Monday, August 6, 2007

islam taik bau kencing Muhammad

Myspace Profile Tracker World Visitor Map
Myspace Profile Tracker World Visitor Map







Technorati Profile

MELIBATKAN RANGSANGAN SEKSUAL DAN KEINGINAN ATAU KHAYALAN YANG MELIBATKAN IMPULS SEKSUAL TERHADAP ANAK2 DIBAWAH UMUR. SANG PEDOFIL HARUS BERADA DIATAS USIA 16 DAN ATRAKSI SEKSUAL HARUS MELIBATKAN ANAK BERUMUR 13 ATAU LEBIH MUDA YANG PALING SEDIKIT 5 TAHUN LEBIH MUDA DARI ORANG DEWASA TSB.

SANG PEDOFIL BERTINDAK UNTUK MEMUASKAN IMPULS SEKSUAL ATAU FANTASI DAN/ATAU RANGSANGAN SEKSUAL YANG MENGGANGU INDIVIDU TSB. SANG PEDOFIL TERANGSANG SECARA SEKSUAL KARENA KORBANNYA SEORANG ANAK, TERLEPAS DARI JENIS KELAMIN ANAK ATAU PEDOFIL TSB.

"Pedophilia involves reoccurring sexual arousal and desires or fantasies involving sexual impulses toward a pre-adolescent child or children. The pedophile must be above age 16, and the sexual attraction must involve a child of age 13 or younger who is at least 5 years younger than the adult.

A pedophile has either acted on these sexual impulses, or the fantasies and / or sexual arousal and impulses disturb the individual. The pedophile is sexually aroused because the child is a child, regardless of the pedophile's sexual orientation, or the child's gender."

Oleh karena itu orang tidak perlu mengadakan hubungan seksual untuk memenuhi persyaratan sbg seorang pedofil. Bahkan memiliki khayalan seksual saja dengan anak dibawah usia 13 sudah termasuk definis pedofilia.

MUHAMAD BERUMUR 54 (bandot tua!) saat ia melakukan SEX DENGAN AISHA yang HANYA BERUSIA 9 TAHUN (bahkan usia ABG juga belum). Definisi manapun dan kapanpun menganggap ini P-E-D-O-F-I-L-I-A. Penetrasi aktual tidak penting terjadi untuk membuktikan Terdakwa seorang PEDOFIL. Permakluman masyarakat juga bukan alasan kuat. Masyarakat jaman dulu memang jahiliyah dan biadab. Malah ada masyarakat yang menganggap korban manusia normal dan bahkan mempraktekkan kanibalisme.

Itu bukan alasan untuk percaya bahwa tindakan tersebut benar di jaman manapun, APALAGI SEORANG NABI yg semestinya mempunyai standar moral di atas rata-rata masyarakat umum, pasti tdk akan mempraktekkan tindakan biadab itu. Maka, Muhammad TIDAK MUNGKIN SEORANG NABI.

Muhamad menganggap diri pembawa pesan Pencipta Alam Semesta. Ia menganggap diri penunjuk jalan umat manusia. Katanya sendiri, ia memberikan contoh bagi seluruh umat manusia. Bahkan jika meskipun praktek PEDOFILIA dilakukan dan dianggap wajar oleh masyaraktnya jaman itu, ia seharusnya TIDAK ikut-ikutan dng standar moral yg rendah tersebut. Salah satu tugas ke-nabi-an adalah menaikkan standar moral masyarakat di mana dia hidup. Bukan malah ikut-ikutan rame-rame nyemplung ke dalam praktek asusila, hanya karena semua orang pd jaman itu mengganggapnya wajar!

Kami disini tidak saja untuk mengutuk Muhamad namun membebaskan orang2 dari kepercayaan yang diciptakannya. Saya harap Muslimin dimana-pun akan mencari kebenaran dan menyadari bahwa mereka dibohongi oleh seorang tukang tipu jahanam. Mengikuti kepercayaan ciptaan orang macam itu tidak akan mengantar siapapun ke surga. KECUALI ALLAH ITU SETAN, TIDAK ADA TUHAN YANG AKAN MENGUTUS ORANG DENGAN MORAL YANG SEDEMIKIAN RENDAH ITU UNTUK MENJADI PENUNJUK JALAN UMAT MANUSIA.

Pembela melanjutkan :
"Karena 1400 tahun lalu tidak ada pakar atau penulis yang menganggap pernikahan dengan seorang gadis dibawah usia pubertas itu salah, maka harus diterima bahwa perkawinan macam itu adalah KELAKUAN YANG BISA DITERIMA DAN TIDAK MENGHANCURKAN MORALITAS MASYARAKAT JAMAN ITU."

Walau saya tidak memiliki sertifikat pernikahan utk membuktikan usia Aisha 9 tahun, sejauh yang saya tahu tidak ada satupun dokumen sejarah yang me-nyatakan bahwa perkawinan dgn anak2 dibawah umur DIANGGAP NORMAL. Rakyat beradab seperti Persia (saya sendiri orang Persia) tidak pernah mempraktekkan hal itu.

Sekarang ini di Iran, banyak gadis dibawah umur dan negara2 Islam lainnya menjadi korban sunnah ini. Khomeini menurunkan batas perkawinan menjadi 9 thn ketika ia memegang tampuk pimpinan. INI merupakan PEDOFILIA SECARA MASSAL! DAN INI TERJADI DI KEBANYAKAN NEGARA ISLAM. Dan para muslim hanya manggut2 sambil mengatakan "ALLAHu AKBAR"!

Untuk itu saya memohon pada Jury, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk secara bulat mengutuk TERDAKWA, MUHAMAD BIN ABDULAH, karena memberi contoh buruk bagi umat manusia dan me-nyatakannya bersalah atas tuduhan PEDOFILIA.

Kepada rekan2 muslim saya, saya minta anda untuk membayangkan puteri/adik/saudara anda yang msh anak ingusan berumur 9 tahun digagahi atau diraba2 oleh seorang kakek-kakek berumur 54 tahun. Bahkan jika kau mencintai Muhamad kau harus mengutuk tindakan ini! Kalau tidak, bagaimana kau bisa berkaca diri dan tidak merasa malu akan bebalnya hati-nuranimu?
-----------------------------------------------------------



[Dec. 03, 2003] BAGIAN VII :

KELAKUAN SEKS TIDAK SENONOH, TIDAK BERMORAL, TIDAK PANTAS DAN HUBUNGAN SEKS DILUAR PERKAWINAN

Lewdness, Immorality , indecency and promiscuity

Dari RAHEEL SHAHZAD / PEMBELA:

Pihak Pembela sekarang akan menangani masalah orientasi seksual Terdakwa mengingat jumlah perkawinannya. Keberatan atas usia salah satu isterinya sudah dibahas diatas sehingga Aisha kini dicakupkan kedalam istilah isteri sah Terdakwa, sederajat dengan isteri2 lainnya. Menurut banyak sumber, Terdakwa menikahi sejumlah 13 wanita.

Mr Sina, mengapa anda tidak dapat menerima Terdakwa sebagai seorang lelaki dengan nafsu seksual seperti layaknya lelaki jaman sekarang? Apakah seorang nabi tidak boleh menikmati sex? Atau ini hanya tuntutan anda bahwa ia tidak boleh menikmati sex dengan isterinya? Apakah anda hanya bersedia menerima mereka2 yang tidak me-miliki nafsu maupun melakukan kegiatan seksual apapun?
Bahkan lelaki yang paling berakhlak-pun dapat menikmati tubuh isterinya dalam kenyamanan rumah mereka dan bahkan sang isteri juga berhak menikmati suaminya selama sang isteri tidak dipaksa. Mengadakan hubungan sex berkali2 tidak membuat sesuatu perkawinan didasarkan atas nafsu. Bahkan keinginan untuk mengadakan hubungan sex dengan beberapa wanita tidak otomatis membuat seorang tidak bermoral. Pandangan seseorang atas sex bahkan dapat menganggap setiap tindakan sex orang lain sebagai tindakan atas dasar nafsu. Lagipula, mengapa kita harus mempersoalkan nafsu seorang suami terhadap isterinya?

Lagipula bukankah setiap perkawinan melibatkan hubungan seksual? Perkawinan bukan "marriage of convenience" bagi masyarakat tersebut, kecuali demi mencapai tujuan baik. (A marriage cannot be a marriage of convenience for the society, or to achieve some good?). Jika anda menikahi seorang wanita, apakah anda wajib melakukan sex 90 kali sehari? Apakah anda sebagai Jaksa memiliki bukti absolut bahwa Terdakwa menikah hanya karena alasan seksual dan tidak ada alasan lain?

Saya tidak dapat membuktikan bahwa ia tidak me-lakukannya, namun andapun tidak dapat mem-buktikan bahwa ia melakukannya. Anda mungkin akan menyampaikan sumber2 yang meng-gambarkan daya seksualnya sebesar sekian banyak lelaki dan bahwa ia mengunjungi setiap rumah setiap malam, namun apakah anda memiliki FOTO2 kegiatan seksual tersebut? Bagaimana dengan para akademisi muslim? Anda memiliki bukti mendetail bahwa setiap perkawinannya me-rupakan pelampiasan nafsu seksualnya? Apakah anda tidak memungkinkan adanya alasan lain, seperti perlindungan sang wanita?

Anda memberi segala macam teori dan menunjuk-kan sejumlah buku dan sumber dan mengatakan bahwa saya hanya memaklumi, padahal tidak.
Saya meminta anda menunjukkan bukti bahwa kesemua 13 perkawinan itu tidak memiliki alasan sosial lain kecuali alasan yang anda sebutkan diatas. Bahkan jika 300 akademisi-pun me-ngatakannya, mereka masih belum dapat meyakin-kan saya bahwa sex terlibat dalam setiap per-kawinan.

Karena tidak adanya foto album dan video 1400 tahun lalu, saya dianggap sebodoh itu menyimpul-kan bahwa 13 perkawinan pasti menghasilkan 13 ejakulasi dalam 8 jam. Jika anda membaca kesemua teks dan menyimpulkan adanya nafsu seksual, anda boleh2 saja. Namun saya juga bisa membaca sumber yang sama dan menyimpulkan bahwa ada berbagai macam cara pandang ter-hadap hal ini.

Point saya adalah bhw urusan tempat tidur jarang diungkapkan. Dan sebuah perkawinan tidak otomatis memiliki elemen2 yg anda sebutkan itu. Saya membaca referensi ttg perkawinan Terdakwa dan dngan menggunakan kata2 yg sama saya bisa mengambil kesimpulan lain dlm batas2 logika.
Namun jika anda bersikeras bahwa Terdakwa gila sex, maka jawaban saya adalah:

Lihatlah jaman sekarang di AS; jutaan lelaki me-niduri 8 sampai 10 wanita. Banyak anak muda memulai kegiatan seksual pada usia 15 atau 16, dan pada saat mereka berusia 60, sudah pasti meniduri banyak perempuan. Di AS ini tidak lagi dianggap aneh atau tidak bermoral. Bahkan para politisi yang memegang posisi tinggi sekarang dan kode moral mereka tidak dipertanyakan, kalaupun mereka pernah tidur dengan 30 wanita sepanjang hidup mereka. Bahkan Bill Clinton terjerat dalam nafsu, tetapi itu tidak menghalangi orang untuk tetap memilihnya sebagai presiden.

Bahkan presiden2 lain juga tidak memiliki kesulitan memisahkan masalah wanita dengan urusan negara. Lihatlah kelakuan JFK yang tidak pernah disembunyikan namun ia tokoh yang paling di-hormati sampai sekarang.

Anda juga mengajukan keberatan atas per-kawinannya pada usia tinggi (khususnya me-nyangkut Aisha) dalam konteks itu pula. Pihak Pembela menganggap hal ini sangat aneh, mengingat kebebasan seksual dan kemajuan medis negara2 barat. Pembela mengajukan “Viagra” sebagai salah satu bukti, yang dipakai sekarang untuk memperpanjang siklus seksual lelaki2 berusia tua. Jadi kalau Terdakwa ingin me-nikmati sex pada usia diatas 50-an, mengapa ia sampai diseret ke pengadilan?

Jadi menurut Mr. Sina, siapapun diatas 50 tahun yg ingin mengadakan sex dalam perkawinan adalah tidak bermoral? Perbedaan usia antara suami dan isteri bukan ditetapkan oleh pihak Jaksa, namun oleh Jury.

Jika Jaksa menganggap jijik perkawinan seorang lelaki berumur 50 tahun dengan perempuan ber-umur 20, maka Pembela berhak meminta Jaksa agar mengeluarkan sebuah deklarasi untuk me-nyatakan sikapnya ini. Jika suatu saat Jaksa ingin menunjukkan kesalahan Terdakwa, maka Pembela dapat menggunakan deklarasi Jaksa ini sebagai bahan pembelaan:

”Saya, Ali Sina, dengan ini mendeklarasikan dibawah ancaman hukuman (under penalty of perjury), bahwa adalah tidak pantas untuk seorang lelaki berumur 50 tahun lebih mengadakan hubungan sex atau memiliki rasa cinta bagi seorang wanita, tua ataupun muda, kapanpun. Dan jika lelaki itu terbukti melakukan poligami atau menikah lebih dari sekali atau memiliki nafsu seksual macam apapun bagi siapapun, lelaki atau perempuan, maka ia dinyatakan ‘defisien’ dalam segala hal lain, akibat menunjukkan keinginan normal untuk melakukan hubungan sex tsb.

Saya juga mendeklarasikan bahwa adalah me-langgar norma apapun dan kapanpun bagi seorang lelaki berusia lanjut untuk menikmati tubuh isteri-nya dalam rumahnya. Jika orang macam itu ter-bukti melakukan hal diatas maka ia saya anggap tidak mampu memimpin bangsa, perusahaan atau sekelompok orang, karena memiliki kode moral defisien, tidak pantas diberi perhatian atau memang tidak waras.

Pernyataan ini akan berlaku kepada setiap orang, bangsa, kapanpun dan bagi siapapun yang meng-anggap diri nabi. Saya juga mendeklarasikan bahwa setiap presiden AS, kapanpun, kalau ter-bukti melakukan hubungan sex dalam usia lanjut akan di-impeach oleh Kongres dan dinyatakan tidak waras.

Jika sex dilakukan dengan seorang budak yang usianya tidak akan saya sebutkan, karena masyarakat tidak memiliki definisi kedewasaan, maka orang ini akan dianggap tidak pantas secara moral.

Sebagai pemimpin missi ini, saya juga men-deklarasikan bahwa siapapun yang setuju dengan missi saya ini dan berusia lebih dari 50 tahun dan
mengadakan sex dengan isteri atau isteri2nya tidak lagi dianggap bagian dari missi ini atas dasar tidak bermoral. Jika orang berusia diatas 50 tahun itu menikah lebih dari 3 kali, oleh FFI ia akan dinyata-kan tidak waras. Mengingat missi ini adalah untuk menghukum seseorang yang hidup 1400 tahun lalu karena menikahi banyak wanita dan aktif secara seksual setelah usia 50, maka tidak akan ada missionary FFi yang akan menunjukkan sikap moral yang serupa."

Tentu sekarang anda akan mengatakan bahwa seorang nabi diatas ini dan harus memiliki kekuatan moral dengan menolak sex atas nama Tuhan. Namun, saya tanya kembali MENGAPA? Apa hubungan orientasi seksual orang atau nafsu seksualnya atau keinginannya memiliki bebagai wanita dengan kemampuannya sebagai pemimpin?
Apa yg membuat anda meragukan kemampuan kepemimpinan Terdakwa karena alasan kepemilikian 12 isteri?
Apakah anda tidak melakukan double standard? Seorang pemimpin sekarang boleh memiliki hubungan diluar perkawinan namun seorang pemimpin 1400 tahun lalu tidak boleh menikmati sex?

Oleh karena itu Pembela menyerahkan kasus kepada Jury.

Saya meminta Jaksa agar memandang kasus ini secara obyektif. Namun jika anda dari mula sudah menetapkan sikap terhadap Klien saya, dan tidak ada logika yang dapat menyadarkan anda, maka saya sudah melakukan tugas saya. Saya bahkan tidak menggunakan sumber2 dari Quran atau Hadis atau akademisi lain. Saya hanya me-nyampaikan analisa sepenuhnya berdasarkan common sense (logika). Jika anda ingin mengejek Terdakwa dan kini ingin mendakwa Klien saya, maka commonsense kita tdk pernah akan ketemu.

Oleh karena itu saya akan meminta Jury meng-ambil keputusan yang adil, obyektif sehubungan dengan tuduhan polygami, pedophilia dan aktivitas seksual yang dinyatakan Pembela sebagai sikap normal yang terdapat dalam kebanyakan pria di kebanyakan negara. Jika mengingat alasan saya diatas anda masih juga tidak sanggup, maka saya rasa kita harus setuju untuk tidak setuju.

Ketahuilah bahwa saya tidak meminta anda untuk menerima ideologi Terdakwa. Jika anda meng-anggap Terdakwa bersalah, melanggar kode moral, maka anda juga bertanggung jawab. Oleh karena itu pembaca diminta untuk memandang hal sesuai dengan perspektif.

Seperti kata pepatah: “Kalau anda tidak setuju dengan isi pesan, jangan tembak sang pemberi pesan" ("If you do not agree with the message, don’t shoot the messenger” ).

Terima kasih.
R Shahzad
-----------------------------------------------------------

DARI A SINA

Yth Mr. Shahzad,
Anda ternyata tidak juga mengerti masalah yang dibahas dalam pengadilan ini. Saya TIDAK me-nuduh Klien anda karena ia mahluk seksual. Semua umat manusia adalah mahluk seksual sebagaimana kita juga mahluk intelek dan spiritual. Sex memang salah satu fungsi manusia. Sex men-jamin kelangsungan species. Sex juga merupakan hubungan erat antara lelaki dan perempuan yang bersama2 bertanggung jawab atas generasi berikutnya.

Saya menuduh Klien anda karena KELAKUAN SEKS TIDAK SENONOH, TIDAK BERMORAL, TIDAK PATUT dan melakukan HUBUNGAN SEKS SERAMPANGAN DILUAR PERKAWINAN.

Ambil contoh Mariah. Mariah adalah pembantu Hafsa. Hafsa adalah puteri Omar dan salah satu isteri Muhammad.

Suatu hari Muhamad mengunjungi rumah Hafsa dan setelah melihat Mariah, pembantunya, ia langsung naksir dan disitu juga ia memutuskan untuk menidurinya. Ia mengirimkan Hafsa ke rumah Omar dan mengatakan (membohonginya) bahwa ayahnya memanggilnya. Pada saat Hafsa keluar rumah, Muhammad mengajak Mariah ke tempat tidur dan mengadakan hubungan sex. Sementara itu Hafsa, yang kecewa karena ayah-nya tidak memanggilnya, sampai di rumahnya dan memergoki suaminya di pelaminan dengan pembantunya.

Hafsa menjadi histeris, melupakan status suaminya dan ber-teriak2 mengundang perhatian. Sang nabi memohon agar ia tenang, agar tidak membeberkan rahasia ini kepada siapapun dan berjanji tidak lagi akan meniduri Mariah.

Hafsa tidak dapat menahan diri, menceritakan semuanya kepada Aisha yang akhirnya juga me-nentang sang nabi dan bersama isteri2 lainnya membuatnya pusing kepala. Sehingga akhirnya sang nabi memutuskan untuk menghukum mereka semua dengan tidak meniduri siapapun diantara mereka selama satu bulan. Menahan sex dari isteri adalah tahap kedua hukuman dalam Quran. Langkah pertama adalah enegur/memperingatkan mereka. Langkah ketiga adalah PUKULI mereka. Q.4:34.

Namun tidak melakukan hubungan seks dengan semua isterinya juga merugikan sang nabi. Bagaimana mengatasi hal ini? Nah, datanglah "Allah", teman setianya itu dengan wahyu (Surah Tahrim), membebaskan Muhamad dari kesengsaraan harus hidup tanpa seks selama sebulan :

Inilah teks surah yang konyol tersebut: Q. 66:1-5.
1. O Prophet! Why do you ban (for yourself) that which Allah has made lawful to you, seeking to please your wives? And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.
2. Allah has already ordained for you (O men), the dissolution of your oaths. And Allah is your Maula (Lord, or Master, or Protector, etc.) and He is the All-Knower, the All-Wise.
3. And (remember) when the Prophet (SAW) disclosed a matter in confidence to one of his wives (Hafsah), so when she told it (to another i.e. 'Aishah), and Allah made it known to him, he informed part thereof and left a part. Then when he told her (Hafsah) thereof, she said: "Who told you this?" He said: "The All-Knower, the All-Aware (Allah) has told me".
4. If you two (wives of the Prophet SAW, namely 'Aishah and Hafsah) turn in repentance to Allah, (it will be better for you), your hearts are indeed so inclined (to oppose what the Prophet SAW likes), but if you help one another against him (Muhammad SAW), then verily, Allah is his Maula (Lord, or Master, or Protector, etc.), and Jibrael (Gabriel), and the righteous among the believers, and furthermore, the angels are his helpers.
5. It may be if he divorced you (all) that his Lord will give him instead of you, wives better than you, Muslims (who submit to Allah), believers, obedient to Allah, turning to Allah in repentance, worshipping Allah sincerely, fasting or emigrants (for Allah's sake), previously married and virgins.

Komentar:
Walaupun Muhamad berjanji pada Hafsa agar tidak melakukan hubungan sex dengan pembantunya, ia tidak dapat menahan godaan nafsu. Apalagi setelah ia bersumpah tidak akan tidur dengan semua isterinya selama sebulan. Situasi memang benar2 sulit, namun tidak ada yang IMPOSSIBLE jika anda seorang rasulallah.

Dalam Surah Tahrim, Allah mengijinkan nabi kesayangannya itu untuk melanjutkan hubungan seksualnya dan mengacuhkan isteri2nya. Memang enak jadi rasulallah. Allah begitu mempedulikan kepuasan seksual Muhamad sampai Ia mengijin-kan SEMUA LELAKI agar melupakan janji/sumpah mereka. Subhanallah! Allah-nya islam memang benar2 AKBAR!

Perlu diperhatikan disini bahwa setelah Muhamad mengetahui dari Aisha bahwa Hafsa membongkar rahasianya kepada Aisha, Muhamad juga mem-bohongi Aisha dengan mengatakan bahwa Allah yang memberitahu Muhamad akan kelakuan Hafsa (membuka rahasia) itu. Padahal Aisha yg mem-beritahukannya kepada Muhamad. Luar biasa!

Aisha, yang muda, cantik, lagi pintar itu, bereaksi terhadap surah diatas. Ia dilaporkan sebagai me-ngatakan kepada Muhamad, "Allahmu memang selalu segera datang membantumu!"

Menjelaskan Surah Tahrim (66) diatas itu, Omar dilaporkan sebagai mengatakan:

Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648:
Rasulullah tidak mendatangi isteri2nya karena rahasia yang diberitahu Hafsa kepada Aisha, dan ia mengatakan tidak akan mendatangi isteri2nya selama satu bulan karena ia marah pada mereka ketika Allah menegurnya.
(The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Mariyah).

Cerita ini pasti memalukan bagi pengikut Muhamad sehingga mereka membuat hadis2 lain untuk men-jelaskan surah yang sudah dijelaskan oleh Omar.

Sahih Muslim Book 009, Number 3496 & 3497:
"Aisha meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) menghabiskan waktu dengan puteri Zainab dari Jahsh dan meminum madu dirumahnya. Aisha kemudian mengatakan: saya dan Hafsa setuju bahwa siapapun diantara kami yang dikunjungi Rasululah terlebih dahulu akan mengatakan kepadanya : mengapa kami mencium bau Maghafir (cairan pohon mimosa) dari tubuh anda.

Ketika Rasulullah mengunjungi salah satu dari mereka sang isteripun menanyakan hal tsb. Rasulullah menjawab : saya mencicipi madu di-rumah Zainab bint Jabsh dan tidak akan me-lakukannya lagi. "

Jadi maksud Sahih Muslim ini; bukannya SEKS yang dimaksudkan Allah dalam wahyu Surah 66:1 ("That which Allah had made lawful for you / Apa yang disahkan Allah bagimu") melainkan MADU!

Eksistensi hadis2 diatas dan perbedaannya dng riwayah Omar jelas menunjukkan fakta bahwa pengikut Muhamad siap berbohong (seperti banyak Muslim sekarang) demi menyelamatkan nama baik nabi. Sangat bodoh kalau kita menerima alasan meminum madu untuk membenarkan surah2 diatas. Madu tidak meninggalkan bau tidak enak. Juga aneh jika insiden kecil menyangkut bau madu sampai mengakibatkan keributan dalam rumah tangga nabi sampai ia tega mengancam mencerai-kan isteri2nya atau menghukum mereka dengan No-Sex selama sebulan.

Dan apakah insiden kecil dengan madu sampai harus menyusahkan sang Pencipta Alam Semesta sampai harus campur aduk dalam keributan per-kawinan nabinya dan mengancam isteri2nya dngan perceraian? Bukankah lebih pantas jika madu yang dimaksudkan adalah madu diantara paha Mariah?

Rendahnya standar moral dan etika Terdakwa bisa dibuktikan lagi dari cerita2 hidupnya. Seperti yang berikut ini :
Bukhari Volume 7, Book 63, Number 182:
Diriwayahkan Abu Usaid: Kami pergi dengan nabi ke sebuah taman yagn disebut dengan Ash-Shaut .... nabi memasuki taman tersebut. Wanita dari Bani Jaun sedang menginap dalam rumah milik Umaima bint An-Nu'man bin Sharahil di taman tersebut. Ketika nabi memasuki rumahnya ia mengatakan kepadanya "Serahkan dirimu kepada saya sebagai hadiah", katanya. Sang wanita mengatakan "Apakah seorang puteri raja dapat memberikan dirinya kepada orang biasa ?"

Nabi mengangkat tangannya dan menyentuhnya guna menenangkannya. Sang wanita mengatakan "Saya meminta Allah perlindungan dari dirimu." Kata nabi, "Kau telah mencari perlindungan kepada Ia yang memberikan perlindungan."

Lalu nabi datang kepada kami dan mengatakan, "O Abu Usaid! Berikan dirinya 2 gaun putih dan biarkan ia kembali kepada keluarganya."

Apakah Muhamad sudah tidak memiliki cukup wanita ? Apakah ia harus MENGGENJOTI setiap wanita cantik yang ia temui?

Perhatikan juga sifatnya. Suatu saat ia termakan nafsu dengan meminta pemilik rumah agar "menyerahkan dirinya sebagai hadiah", dan ketika ditolak ia menjadi kasar dan mengangkat tangannya untuk memukulinya. Dan setelah mengadu ke Allah, sang nabi gadungan itu sadar, merasa bersalah atas kelakuannya itu dan memberi kompensasi kepada korbannya dengan cara menyuapnya dengan hadiah. Inikah profil seseorang yang STABIL SECARA MENTAL?

SAYA TEGASKAN SEKALI LAGI KEPADA PIHAK PEMBELA :
Saya tidak menuduh Terdakwa karena menyukai wanita, saya menuduh Terdakwa karena melampiaskan nafsunya pada wanita menikah secara paksa, tidak patut dan tidak senonoh. Saya menuduh Terdakwa karena kesediaannya melakukan apapun demi pelampiasan nafsunya.

Satu lagi cerita skandal tentang nafsu dan imoraltias Muhamad seperti dilaporkan dalam Kitab al Tabaqat.

Diriwayatkan Muhammad Ibn Yahya Ibn Hayyan,
"Rasulullah mendatangi rumah Zaid ... Zainab Binti Jahsh menghampirinya, mengenakan gaun rumah tipis, namun Rasulullah memalingkan muka darinya. Zainab mengatakan, 'Ia tidak disini, Rasulullah, tapi silahkan masuk ..." Rasulullah menolak.

Ketika Zaid pulang, Zainab melaporkan kedatangan Rasulullah. Zaid bertanya, 'Kau mengijinkanya masuk, bukan?' Zainab menjawab, 'Saya tawari namun ia menolak. Ia mengatakan, 'Ia tidak mengatakan apa2?' Zainab mengatakan, `Ketika ia pergi ia mengatakan sesuatu namun bagi saya kurang jelas. Katanya, "Terpujilah Allah yang mengarahkan hati manusia."

'Zaid pergi menemui Rasulullah dan mengatakan, 'O Rasulullah, saya mendengar anda pergi ke rumah saya. Mengapa anda tidak masuk? Mungkin anda menyukai Zainab. Saya bisa meninggalkannya.'
Rasulullah mengatakan, 'Pertahankanlah isterimu.'
Zaid mengatakan, 'O Rasulullah, saya akan meninggalkannya.'
Rasulullah mengatakan, 'Tetaplah bersama isterimu.'
Ketika Zaid meninggalkan Zainab, Zainab mengucilkan diri dan menghabiskan masa Iddah-nya.
Sementara Rasulullah duduk dan bicara dengan Aisha, ia kesurupan (kemasukan wahyu) dan ketika sembuh ia tersenyum dan mengatakan, 'Siapa akan pergi ke Zainab dan memberikannya kabar baik bahwa Allah menikahkannya kepada saya di surga?' " (Tabaqat, 8:101-102).

Saudara sekalian, pada saat itu Muhamad SUDAH memiliki 4 isteri: Sawda, Aisha, Hafsa dan Umma Salama. Namun dengan meningkatnya kekuasaannya ia semakin yakin dan lihai mencuci otak pengikutnya agar menerima segala kelakuannya yang tidak patut sekalipun sehingga ia tidak lagi merasa harus mengendalikan diri. Namun tetap saja banyak orang Arab, termasuk pengikutnya, kaget dan mempertanyakan kelakuannya. Maududi menjelaskan:

Begitu perkawinan disetujui, terjadi propaganda besar2an melawan Rasulullah. Mereka menggunakan alasan perkawinan ini sebagai cara untuk mengakhiri superioritas moral nabi yang sebenarnya kunci kuasa dan kesuksesannya. Karena itu, dibuatlah cerita2 bahwa Muhamad jatuh cinta kepada isteri puteranya dan ketika puteranya tahu, ia menceraikan isterinya dan ayahnya kemudian menikahi bekas isterinya.

Seperti dapat dilihat oleh Jury, Muhamad BAHKAN MENARUH NAFSU PADA ISTERI PUTERANYA SENDIRI. Ia berpura2 mendapat wahyu dari Allah bahwa Ia sudah menikahkan mereka di surga, sehingga ia menguasai Zainab dalam sekejap. Riwayah ini menunjukkan bahwa motifnya tidak lain selain NAFSU.

`Aisha mengatakan, "saya mendengar banyak tentang kecantikannya dan bagaimana Allah menikahkannya dengan di surga. Dan saya katakan, 'Sudah pasti ia akan menyombogkan dirinya pada kita.'" ( Tabaqat, 8:101-102).

Nah, pada saat inilah surah yang terkenal dengan nama Tabir diturunkan. Q33:53

Diriwayahkan oleh Sulaiman Ibn Harb, mengutip Hammad Ibn Zaid,
mengutip Ayyub Ibn Abi Qulaba bahwa Anas berkata, "Saya paling tahu surah tabir ini. Pada malam Zainab diberikan kepada Rasulullah, ia mengadakan jamuan dan mengundang orang. Nabi ingin agar orang segera pulang karena pikirannya ada pada sang pengantin. Ia berdiri untuk memberi tahu mereka, sehingga beberapa orang pergi. Sekali lagi ia berdiri, namun beberapa tetap duduk. Ia berdiri untuk ketiga kalinya, dan baru kesemuanya pergi. Jadi ia memasuki rumahnya [dimana pengantin menunggu] dan Anas mengikutinya, namun nabi menghalanginya dengan menurunkan tabir dan mengatakan,

"Hai kalian yang percaya! Jangan memasuki rumah2 nabi, kecuali diijinkan ... : namun jika kalain diundang, masuk dan setelah mendapatkan makan, segera pergi tanpa basa basi. Kelakuan ini membuat jengkel Nabi: ia malu mengusir a*na* namun Allah tidak malu mengatakan kebenaran. dan jika kalian meminta sesuatu dari wanita2 nabi, mintalah dari balik tabir: itu menjaga kebersihan hatimu dan hati mereka. Tidak pantas kalian membuat jengkel Rasulullah atau kalian menikahi janda2nya kapanpun setelah kematiannya. Sesungguhnya hal itu dimata Allah adalah dosa besar. "

Para tamu kemudian beranjak pergi dan ia menurunkan tabir. Lihat al-Simt al-thamin, p.110; al-Isti`ab, 40:1851; al-Isaba, 9:83.

Saya, Jaksa, mengajukan Surah 33.53 seperti dikutip diatas sebagai bukti bagaimana Terdakwa memanfaatkan Allah bagi kepuasan nafsunya dan keinginan egoistiknya.

Betapa bodohnya orang untuk percaya bahwa sang Pencipta Alam Semesta ini begitu khawatir tentang nabinya sampai menurunkan wahyu agar orang jangan memasuki rumahnya tanpa undangan atau agar orang segera meninggalkan rumahnya setelah menikmati santapan dan jangan sampai anda membuat jengkel nabi Saya karena SAYA, Pencipta Alam Semesta, mengatakan kepadamu bahwa nabi Saya malu2?

Sosok Terdakwa ini tukang tipu jitu. Ia menciptakan sebuah cult untuk membohongi orang. Namun ia bukan saja pembohong melainkan MONSTER. Dalam sejarah dunia sulit menemukan seseorang sebejat dirinya. Oleh karena itu saya memohon Jury agar menyatakan Terdakwa bersalah karena KELAKUAN SEKS TIDAK SENONOH, TIDAK BERMORAL, TIDAK PATUT DAN melakukan HUBUNGAN SEKS SERAMPANGAN DILUAR PERKAWINAN.

Saya memohon agar saudara2 Muslim saya membuka mata mereka. Terdakwa BUKAN Rasulullah. Ia bohong. Bukti2 sangat kuat. Sangat bodoh bagi kita untuk percaya bahwa orang2 berkuasa tidak perlu mematuhi hukum. Mereka malah yang pertama yang harus mematuhi aturan moral dan etika. Tuhan tidak sebegitu sadis sampai mengirimkan orang dengan moralitas yang sedemikian rendah sebagai rasulNya.
Terdakwa Muhamad tidak menunjukkan contoh baik. Ia bukan orang yang patut dihormati. Ia tidak memiliki moral ketuhanan.

Saya mendesak anda untuk mengutuk Mohamad, mengambil alih jiwa dan raga anda dari cengkramannya.

Jika Tuhan dan Setan memang ada, maka Allah tidak lain dari Setan dan Muhammad rasulnya. Tuhan asli tidak mungkin bersikap seperti Setan. Selamatkan ragamu kawan, dan sebarkan pesan ini keseluruh dunia sebelum Setan dan rasulnya, Muhamad, menghancurkannya.
----------------------------------------------------------

BAGIAN VIII

MISOGYNY : Kebencian terhadap Perempuan



[Pihak Pembela sayangnya tidak memberi bantahan atas tuduhan Jaksa dalam bagian ini]

Dalam sesi ini tuduhan Jaksa terhadap Terdakwa adalah misogyny.
Jaksa menyatakan bahwa Terdakwa:

· merendahkan derajat wanita,

· dan bahwa kaum wanita, sebelum kekuasaan Terdakwa di tanah Arab dan di negara manapun yang jatuh dibawah kekuasaan Islam, menikmati jauh lebih banyak kebebasan dan hak daripada dalam masyarakat ciptaan Terdakwa.

· Tuduhan saya BUKAN bahwa Mr. Muhammad bin Abdallah (almarhum) tidak memberikan cukup banyak hak kepada wanita, namun bahwa ia MERAMPAS segala hak yang dimiliki wanita dan menjadikan mereka warga kelas dua, yang tergantung dan berada dibawah kekuasaan lelaki.

· Ia memberlakukan perbudakaan berdasarkan jenis kelamin dan merendahkan status mereka sejajar dengan harta benda dan binatang. Tidak ada satu masyarakatpun dalam sejarah bangsa apapun, wanita begitu terhina dan direndahkan seperti dalam sejarah Islam.
Islam adalah agama misogynist par excellence.

1) Status Wanita Arab SEBELUM Islam lebih tinggi.
Sayangnya kaum muslim tidak meninggalkan jejak literatur Arab masa pra-Islam. Mereka menganggap era ini sebagai era Jahilyah (era kegelapan) dan oleh karena itu membakar, menghancurkan setiap bukti sejarah. Oleh karena kami hanya tergantung dari sumber2 Islam. Namun dari sumber2 yang memberikan gambaran se-cuil-pun tentang era tsb kita sudah bisa menyimpulkan bahwa wanita sebelum Islam memiliki jauh lebih banyak hak.

Mari kita mulai dengan Khadijah isteri pertama Muhamad. Wanita ini janda, tidak memiliki suami namun tetap dikenal sebagai wanita kaya dan memiliki bisnis sukses dan bahkan mempekerjakan lelaki, termasuk Terdakwa. Ini saja menunjukkan bahwa pada jaman itu wanita memiliki bisnis sendiri dan kaum lelaki Quraysh tidak menganggap seorang boss wanita merendahkan kaum lelaki.
Seperti dilaporkan hadis, adalah Khadijah yang melamar Muhammad, bukan sebaliknya.

Ini satu lagi bukti tingkat kebebasan yang dinikmati wanita Arab dalam masa pra-islam. Bedakan dengan masyarakat Islam sekarang, perempuan melamar lelaki dianggap taboo.

Contoh lain lagi : Hind , isteri Abu Sufyan, saudara dan musuh bebuyutan Muhammad. Dilaporkan bahwa dalam Pertempuran Uhud, Hind memimpin wanita Quraysh dengan membakar semangat kaum lelaki agar berjuang dan menghentikan agresi Muslim.

Pada saat menghangatnya pertempuran, para wanita Quraysh, dibawah pimpinan Hind, beramai2 menabuh gendang untuk mendukung para tentara. Salah satu anak buah Muhammad, Abu Dujanaj, mengatakan, "Saya melihat seseorang mendukung musuh dengan berteriak2 keras. Saya mendekatinya dan saat mengangkat pedang untuk membunuhnya, sekali lagi ia berteriak2 keras dan saya melihat bahwa ia seorang wanita; saya menghormati pedang Rasululah dan merasa mubazir untuk menggunakannya melawan wanita." Wanita itu adalah Hind. [1]

Contoh lain wanita memimpin lelaki dalam pertempuran adalah Aisha isteri termuda Muhammad yang setelah kematian Muhamad memimpin tentara muslim melawan Ali dalam pertempuran yang dikenal sebagai pertempuran Jamal (Camel).

Ada juga contoh Asma bt. Marwan, wanita Yahudi penulis sajak dari Medinah yang atas suruhan Terdakwa dibunuh karena menulis sajak2 menentang Terdakwa. Kenyataan bahwa Terdakwa khawatir akan pengaruh tulisan Asma kalau2 sampai menghancurkan karir Terdakwa sebagai rasulullah adalah satu lagi bukti bahwa dalam budaya pra-Islam, kaum Arab menghormati, mendengarkan nasehat dan membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh wanita. Wanita saat itu tidak dianggap bodoh atau kurang tingkat intelektualnya (deficient in intelligence) seperti kemudian ditetapkan Quran.

Contoh paling nyata akan status tinggi wanita sebelum Islam adalah fakta bahwa pada jaman Muhamad, bahkan ada wanita yang menyatakan diri sebagai nabi dan memiliki banyak pengikut. Sekarang, jangankan nabi, bahkan menjadi Imam-pun tidak mungkin bagi wanita. Tetapi anehnya justeru wanita Islam-lah yang merupakan apologis/pemaklum terbesar status rendah mereka dan sepenuhnya menerima penghinaan mereka oleh Islam.

Sebagai bukti (A) Jaksa menyampaikan hadis dimana disebutkan bahwa teman dekat Terdakwa Muhammad, Umar b. Khattab yang akhirnya menjadi khalif kedua, mengeluh bahwa perempuan Muslim mempelajari “kebiasaan buruk” emansipasi dan kebebasan dari kaum wanita Medinah dan bahwa Rasululah harus melakukan sesuatu.

Cerita ini terjadi pada saat Terdakwa sedang menjalani affairnya dengan Mariah, yang juga pembantu isterinya, Hafsa. Terdakwa ribut dengan semua isterinya karena mereka mengeluh akan kelakuannya yang tidur sana-sini dan Terdakwa mengancam akan menceraikan mereka semua.

Terdakwa sedang duduk dirumahnya ketika Umar mengunjunginya. Umar kemudian meriwayahkan:
Kami, rakyat Quraish, dulunya memiliki kekuasaan atas wanita, namun setelah kami hidup dengan kaum Ansar [Muslimin dari Medina], kami melihat bahwa wanita Ansar memiliki kuasa atas kaum lelaki, sehingga wanita kami mulai mengikuti contoh mereka. Suatu hari saya berteriak kepada isteri saya dan ia malah membalas dengan membayar saya dengan uang logam dan saya tidak suka bahwa ia menyahuti saya. Isteri saya mengatakan, 'Mengapa kau tersinggung jika saya menegurmu? Demi Allah, para isteri Nabi menegurnya, dan akibatnya mereka bahkan tidak boleh berbicara padanya sehari penuh sampai malam.'

Apa yang dikatakannya, membuat saya takut dan saya mengatakan, 'Siapapun dari mereka yang berbuat demikian akan mengalami rugi besar.' Lalu saya pergi ke Hafsa dan bertanya, 'Apakah kalian membuat marah Rasulullah sepanjang hari sampai malam?' Ia menjawab iya. Saya mengatakan, 'Kau adalah orang yang kalah dan hancur (dan tidak pernah akan mendapat sukses)! Apakah kau tidak takut bahwa Allah akan membalas kemarahan rasulNya dan akibatnya kau akan dihancurkan? Jangan meminta terlalu banyak dari Rasulullah, dan jangan menegurnya ataupun mengacuhkannya. ... jangan tergoda untuk mengikuti contoh tetanggamu (Aisha) karena ia (Aisha) lebih cantik darimu dan lebih dicintai Rasulullah’.”

"Akhirnya, saya menghampiri nabi dan melihatnya berbaring diatas tikar ... Saya menyalaminya dan sambil berdiri mengatakan "Apakah anda menceraikan isteri2 anda?' Ia menjawab tidak. Saya kemudian berkata: "Dengarkanlah Hai Rasulullah! Kami, rakyat Quraish dulu memiliki kuasa atas wanita kami, dan setelah kami tinggal diantara mereka yang membiarkan wanita mereka menguasai mereka ..."

'Umar menceritakan seluruhnya tentang isterinya. "Kemudian Nabi tersenyum." 'Kata Umar kemudian, "Saya lalu mengatakan, 'Saya menemui Hafsa dan mengatakan kepadanya: Jangan mengikuti contoh temanmu ('Aisha) karena ia lebih cantik dan lebih dicintai Nabi.' Rasulullah tersenyum kembali.” [2]

Hadis diatas cukup jelas. Rakyat Mekah lebih picik dari orang2 Arab lainnya. Sering orang dalam komunitas agama lebih ekstrimis dan misoginis dari rakyat yang hidup di kota2 besar yang kurang religius.
Namun nampaknya Umar dan Muhamad ini lebih picik dari orang Mekah pada umumnya. Dengan kata lain, mereka yang paling picik (maha picik) dari yang picik. Sementara kebanyakan orang Mekah tidak pusing mendengarkan ocehan wanita atau menerima otoritas boss wanita, kedua orang ini menganggap emansipasi wanita sebagai hal tidak pantas dan harus dihancurkan.

2) Hijab diusulkan Umar dan diterima Allah.
Terdakwa yang berusia lanjut -- takut kalau2 lelaki muda lain menaksir isteri2nya yang muda dan cantik dan "menyentuh" mereka -- memerintahkan agar isteri2nya menutupi tubuh dan wajah mereka. Tentu dengan pertolongan wahyu berikut ini :
33.59 : “O Prophet! Tell thy wives and daughters, and the believing women, that they should cast their outer garments over their persons (when abroad): that is most convenient, that they should be known (as such) and not molested.”

Umar menjelaskan bagaiman surah diatas “turun" karena permintaannya.
"Allah setuju dengan saya ('Umar) dalam 3 hal ... (2) dan mengenai penutupan tubuh wanita, saya mengatakan 'Wahai Rasululllah! Saya ingin anda memerintahkan isteri2 anda agar menutupi diri dari lelaki karena orang baik maupun buruk berbicara kepada mereka .' Akhirnya surah tudung bagi wanita diturunkan.” [3]

Tidakkah aneh bahwa Pencipta Alam Semesta menunggu usul salah satu ciptaannya untuk menurunkan peraturan bagi manusia? Umar dengan lugu menyombongkan diri bahwa Allah setuju dengannya. Namun, tidak semua teman Terdakwa sebodoh Umar. Abdullah ibn Sarh lebih pintar dari Muhamad. Ia meninggalkan Muhamad dan Islam setelah ia melihat bahwa Allah sering mengganti2 wahyuNya dan terus mengupayakan perbaikan surah. Namun ini topik lain. Yang penting bagi kita disini adalah fakta bahwa kaum wanita jaman pra-Islam tidak mengenakan tutup tubuh dan wajah seperti dipaksakan kepada wanita Islam sekarang. Tutup tubuh wanita ini timbul karena perasaan rendah diri Muhamad, karena sebagai orang berusia lanjut ia takut kalau2 haremnya, wanita2 cantik dan muda, dicuri lelaki lain.

Ketakutan orang tua ini tercermin dalam surah2 yang "katanya" datang dari mulut Allah.
Q.33:30 = O Consorts of the Prophet! If any of you were guilty of evident unseemly conduct, the Punishment would be doubled to her, and that is easy for Allah.
31. But any of you that is devout in the service of Allah and His Messenger, and works righteousness,- to her shall We grant her reward twice: and We have prepared for her a generous Sustenance. [4]

Muhamad sering memperingatkan isteri2nya agar tidak menarik perhatian lelaki lain dan menutupi tubuh dan wajah mereka agar tidak menjadikan diri mereka obyek nafsu lelaki.

32. O Consorts of the Prophet! Ye are not like any of the (other) women: if ye do fear (Allah), be not too complacent of speech, lest one in whose heart is a disease should be moved with desire: but speak ye a speech (that is) just.

33. And stay quietly in your houses, and make not a dazzling display, like that of the former Times of Ignorance; and establish regular Prayer, and give regular Charity; and obey Allah and His Messenger. And Allah only wishes to remove all abomination from you, ye members of the Family, and to make you pure and spotless. [5]

Disini terlihat jelas bahwa wanita jaman pra-Islam dapat keluar rumah tanpa tutup tubuh atau wajah dan memamerkan diri. Sekarang, wanita muslim---menunjukkan rambut atau lengan dari dalam mobilnya sendiri bisa diseret keluar dan dihajar polisi moral Islam di negara2 seperti Iran dan Saudi Arabia seperti juga di Afghanistannya Taleban. Hanya sedikit negara2 Islam yang mengijinkan wanita keluar rumah, apalagi dengan "dazzling display”/memamerkan diri secara menyilaukan.

3) Lelaki adalah Pemelihara Wanita dan lebih Superior dari Wanita.
Terdakwa tidak hanya merampas kebebasan wanita untuk berpakaian namun ia menaklukkan mereka dibawah lelaki dan tergantung lelaki. Ini katanya :
”Men are the maintainers of women because Allah has made some of them to excel others and because they spend out of their property; the good women are therefore obedient, guarding the unseen as Allah has guarded.” [6]

Surah diatas merendahkan wanita sejajar dengan binatan piaraan, memberikan lelaki kuasa untuk memeliharanya bak onta atau keledai. Anehnya, Terdakwa TIDAK SADAR, ketika ia masih miskin dulu, ADALAH ISTERINYA, SANG BUSINESS-WOMAN KHADIJAH, yang memeliharanya! Terdakwa juga lupa bahwa dulu ia hidup dari kocek Khadijah.

Dalam surah ini Muhamad secara tegas menunjukkan bahwa lelaki memiliki derajat kemampuan lebih tinggi dari wanita.
”And women shall have rights similar to the rights against them, according to what is equitable; but men have a degree (of advantage) over them.” [7]

Terdakwa berupaya sekeras mungkin agar membuat wanita takluk pada suami. Menurutnya, wanita yang tidak mematuhi suami akan ke neraka. Terdakwa mengatakan:
”I also saw the Hell-fire and I had never seen such a horrible sight. I saw that most of the inhabitants were women." The people asked, "O Allah's Apostle! Why is it so?" The Prophet replied, "Because of their ungratefulness." It was asked whether they are ungrateful to Allah. The Prophet said, "They are ungrateful to their companions of life (husbands) and ungrateful to good deeds. If you are benevolent to one of them throughout the life and if she sees anything (undesirable) in you, she will say, 'I have never had any good from you.' " [8]

4) Suami bisa MEMUKUL Isteri2
Terdakwa juga memerintahkan para suami agar memukuli isteri jika tidak patuh.
”and (as to) those on whose part you fear desertion, admonish them, and leave them alone in the sleeping-places and beat them; then if they obey you, do not seek a way against them; surely Allah is High, Great.” [9]

Diriyawahkan Mishkat al-Masabih :
"surah diatas diturunkah sehubungan dengan seorang wanita yang mengeluh kepada Muhamad karena suaminya menamparinya di mukanya (yang masih ada bekas tamparannya). Pada mulanya, nabi mengatakan: 'Balaslah suamimu', namun kemudian menambahkan, 'TUNGGU! Saya mau berpkir dulu.' Setelah surah diatas diwahyukan, nabi mengatakan: 'Kami ingin satu hal namun Allah menginginkan lain, dan apa yang diinginkan Allah adalah yang terbaik.'" [10]

Mungkin sang nabi tadinya kasihan pada wanita tersebut tetapi mengingat isteri2nya sendiri yang suka mbalelo ia kemudian membuat Allah-nya mengumumkan surah yang tidak berperikemanusiaan ini, memberi lelaki hak untuk memukuli isterinya kalau membandel.

Jelas dari surah diatas, syarat seorang isteri dipukul, tidak perlu menunggu sampai si isteri tidak mematuhi suaminya. Cukup dengan adanya KEKKHAWATIRAN/KECURIGAAN suami bahwa isterinya tidak patuh, tangannya berhak melayang ke tubuh isteri.

Seperti dikatakan muslimah dan penulis Canada, Irshad Manji , dalam bukunya "The trouble with Islam (hal. 34 mengenai Q4:34) : "To deserve a beating, a woman doesn't have to disobey anybody, a man merely has to fear her disobedience. His insecurity becomes her problem" .

5) Wanita baik2 tidak mengeluh jika suami memukuli mereka:
Book 11, Number 2141: Narrated Abdullah ibn AbuDhubab:
Iyas ibn Abdullah ibn AbuDhubab melaporkan Rasulullah (saw) sebagai mengatakan : jangan memukuli wanita2 Allah, namun ketika Umar datang pada Rasulullah (saw) dan mengatakan : Perempuan menjadi lebih berani terhadap suami mereka, IA (RASULULLAH) MEMBERIKAN IJIN UNTUK MEMUKULI MEREKA. Lalu banyak wanita datang kepada keluarga Rasulullah mengeluh tentang suami mereka. Akhirnya Rasulullah mengatakan : Banyak wanita datang kepada keluarga saya mengeluh tentang suami mereka. Mereka bukanlah yang terbaik diantara kalian.

Sang suami bahkan tidak perlu menjelaskan alasan mengapa memukuli isterinya.
Book 11, Number 2142: Diriwayahkan Umar ibn al-Khattab:
Rasulullah (saw) mengatakan: Seorang lelaki tidak akan ditanya mengapa ia memukuli isterinya.

Terdakwa malah menuntut bahwa isteri bersujud dihadapan suaminya :
Kalau ada orang yang saya perintahkan untuk bersujud maka saya akan memerintahkan WANITA untuk bersujud kepada suami mereka, karena hak khusus yang diberikan Allah kepada para suami. [11]

Muhamad sendiri memukuli isterinya.
Dalam sebuah hadis, Aisha meriwayahkan bahwa suatu malam Muhamad meninggalkan rumah mereka setelah ia menyangka Aisha sudah tidur. Diam2 ia mengikuti Muhamad dan ketika Muhamad kembali ke rumah ia menemui Aisha kehabisan nafas. Muhamad curiga dan meminta pengakuan dari Aisha dengan mengatakan jika ia menyembunyikan sesuatu para hantu akan memberitahunya. Aisha mengatakan bahwa setelah ia mengaku, Ia memukuli saya di dada saya yang mengakibatkan sakit ... [Muslim4.2127 ]


6) Kekurangan Wanita
Sebuah hadis melaporkan pertemuan Terdakwa dengan para wanita dimana ia menyebut mereka “deficient in intelligence and religion/kurang dalam hal intelektualitas dan agama”:
”Once Allah's Apostle went out to the Musalla (to offer the prayer) o 'Id-al-Adha or Al-Fitr prayer. Then he passed by the women and said, "O women! Give alms, [this money would go to him as the viceroy of God on Earth and he would distribute it to those whose favor he was seeking or to make the show of generosity] as I have seen that the majority of the dwellers of Hell-fire were you (women)." They asked, "Why is it so, O Allah's Apostle ?" He replied, "You curse frequently and are ungrateful to your husbands. I have not seen anyone more deficient in intelligence and religion than you. A cautious sensible man could be led astray by some of you." The women asked, "O Allah's Apostle! What is deficient in our intelligence and religion?" He said, "Is not the evidence of two women equal to the witness of one man?" They replied in the affirmative. He said, "This is the deficiency in her intelligence. Isn't it true that a woman can neither pray nor fast during her menses?" The women replied in the affirmative. He said, "This is the deficiency in her religion." [12]

Kasus diatas tersebut menunjukkan misogyny (kebencian terhadap wanita) dimana Terdakwa pertama2 merampas hak perempuan dan lalu mengutuk mereka karena tidak memiliki hak2 tersebut.
Tidak puas dengan mengakibatkan sakit badan, Terdakwa juga menghina wanita dengan menyalahkan korban. Hadis diatas ini dilaporkan oleh berbagai narator dan juga dicatat dalam Sahih Muslim, hadis yang paling otoritatif tentang Terdakwa/Muhamad.

7) Perempuan diciptakan UNTUK Lelaki
Dalam surah berikutnya Terdakwa mengatakan :
"dan Ia memberikan tanda2 bahwa Ia menciptakan bagi mu, dari mu, isteri, sehingga kau dapat “repose in them”/mengasuh didalam mereka" [13]

Bahasa Arabnya menegaskan bahwa “bagi mu” menunjuk pada jenis kelamin lelaki dan "mereka" pada jenis kelamin wanita. Kenyataannya Allah dalam Quran tidak pernah berbicara langsung kepada perempuan. IA selalu berbicara kepada nabi atau para pengikut lelakiNya dan yang dimaksud dengan surah ini adalah : wanita diciptakan UNTUK lelaki, demi kesenangan lelaki.

Razi dalam At-Tafsir al-Kabir, mengomentari Q. 30:21 :
"Perkataannya 'diciptakan bagi mu' adalah contoh bahwa wanita diciptakan seperti binatang dan tanaman, seperti juga Sang Pencipta mengatakan 'Ia menciptakan bagimu apa yang ada di bumi' dan ini membuat wanita TIDAK diciptakan bagi ibadah ataupun menyampaikan perintah2 Ilahi. Kami mengatakan 'menciptakan wanita' adalah salah satu karunia yang diberikan kepada kami dan juga memberikan mereka hak atas perintah Ilahi namun TIDAK SEBAGAIMANA LELAKI diberikan tanggung jawab tersebut. Karena wanita tidak diberikan hak memerintah seperti lelaki, karena PEREMPUAN LEMAH, DUNGU, SEPERTI ANAK KECIL dan hak memerintah tidak diberikan kepada anak kecil, namun kepada lelaki. Wanita harus di beri tanggung jawab agar mereka takut kepada siksaan hukuman dan mengikuti suaminya dan menjauhi apa yang dilarang, kalau tidak korupsi menjalar."

Hadi Sabzevari, seorang pemikir Islam ternama, dalam komentarnya terhadap seorang pemikir Islam ternama lainnya, Sadr al-Mote'alihin, menulis :
Bahwa Sadr ad-Deen Shirazi mengklasifikasikan wanita sebagai binatang adalah penunjukkan halus kepada kenyataan bahwa wanita, mengingat kekurangan mereka dalam hal intelektualitas dan pengertian mengenai hal2 mendetail, dan mengingat kesenangan mereka atas perhiasan materi, memang tepat dan adil disejajarkan kepada binatang [al-haywanti al-sa^mita].

Mereka memiliki sifat binatang [ad-dawwa^b], namun mereka diberikan bentuk badan manusia sehingga lelaki tidak akan malu/jijik/enggan untuk berbicara kepada mereka dan mengadakan hubungan sex dengan mereka. Oleh karena itulah hukum sempurna kami [shar'ina al-mutahhar] berpihak kepada lelaki dan memberi mereka superioritas dalam segala hal termasuk perceraian, "nushuz," etc. [14]

Para pemikir diatas tidak membuat2 pernyataan merendahkan perempuan ini. Mereka Menginterpretasikan perkataan Muhamad, yang menurut mereka adalah rasul terhebat Allah yang contohnya harus diikuti. Malahan pernyataan "naqisatan 'aqlan wa dinan" (defisien dalam intelektualitas dan agama), sering digunakan orang2 Arab dan merupakan acuan kepada wanita dan berasal dari perkataan Muhamad.

Wanita yang menolak Sex akan Dikutuk Malaikat.
Hadis berikut ini menjelaskan bahwa wanita diciptakan bagi lelaki, bagi kepuasan lelaki.
Rasulullah mengatakan, "Jika seorang suami memanggil isteri ke tempat tidur dan ia menolak dan mengakibatkannya tidur selagi marah, para malaikat akan mengutuknya sampai keesokan hari." [15]

Membaca hadis diatas tersebut akan membuat orang terheran2, apakah Allah tidak memiliki urusan lain selain menyibukkan diri dengan kenikmatan seksual lelaki muslim?

Adalah tidak masuk akal bahwa Allah akan mengirimkan pasukan malaikatnya untuk nongkrong semalam suntuk dan mengutuk wanita yang enggan menghibur suami secara seksual. Mengutuk berarti mengundang dendam Ilahi. Mengapa Allah memerlukan begitu banyak malaikat kalau Ia sendiri cukup mampu menghukum para wanita itu?

Ternyata the Divine House of Allah itu mengandung banyak kekurangan dan mismanagement. Seperti presiden sebuah negara yang mengirimkan stafnya untuk me-lobby rencana2 yang akan dilakukannya. Ini tidak masuk akal. Lebih banyak lagi hadis menyentuh topik ini :

”Abu Huraira melaporkan Rasulullah sebagai mengatakan : ... jika seorang lelaki memanggil isterinya ke tempat tidur dan ia tidak menanggapi maka Sang Pencipta di Surga tidak akan suka dengannya kecuali suaminya kembali suka kepadanya.” [16]

Dan
”Nabi mengatakan, "Jika seorang wanita melewatkan malam mengacuhkan tempat tidur suaminya, maka malaikat akan mengutuknya sampai ia kembali ke suaminya." [17]

Sulit mencari alasan mengapa Terdakwa begitu mempersoalkan kebutuhan sex lelaki. Apakah Terdakwa hanya ingin menakut-nakuti isteri2nya yang masih remaja agar tidak menolak tuntutan seksualnya? Mungkin Terdakwa dalam usia lanjutnya bergigi keropos, bernafas tidak sedap dan mungkin juga impoten? Atau mungkin Allah pekerjaannya sebagai GIGOLO/"pimp" ?

Menurut nabi egois ini, nafsu seksual lelaki begitu darurat sampai sang wanita harus mengorbankan makanan dalam kompor. "Rasulullah mengatakan : Kalau seorang suami memanggil isterinya untuk memuaskan nafsunya, ia harus datang padanya walaupun ia sibuk didepan kompor." [18]

9) Wanita adalah Pudenda (Pudendum [Latin]: A thing to be ashamed of)?!!
Muhamad tidak puas menghina wanita malah membandingkan mereka sebagai pudenda.
"Ali melaporkan kata2 Rasulullah: 'Wanita memiliki 10 ('aurat). Jika ia menikah, suaminya menutupi satu, dan jika ia meninggal, kuburan akan menutupi ke 10."[19]

Apa yang dimaksud dengan AURAT? The Encyclopedia of Islam mendefinisikan 'aurat sebagai pudendum, yaitu "alat kelamin external, khususnya perempuan". [Arti "pudendum" dalam bahasa Latin adalah : hal yang memalukan, a thing to be ashamed of]"[20]

Dan menurut hadis berikut, wanita tidak hanya memliki 10 aurat, sang wanita itu sendiri dianggap aurat:
"Wanita adalah aurat. Kalau ia beranjak keluar rumah, setan akan menyambutnya." [21]

Hadis berikut menunjukkan bahwa wanita tidak didorong untuk beranjak ke luar rumah, bahkan sembahyang di mesjid. "Wanita paling dekat dengan wajah Allah jika ia ditemukan di rumah. Dan ibadah wanita di rumah lebih baik daripada ibadahnya di mesjid."[22]

Ini jauh dari keadaan ketika kaum Arab menghormati wanita sebagai business-woman (Khadija), mengikuti perintah wanita sebagai pemimpin perang (Aisha), mendengarkan pemikiran wanita (Asma bt. Marwan), menerima dukungan dari mereka (Hind) dan mengikuti nabi wanita mereka. Secara bertahap, generasi baru diindoktrinasi dengan ajaran Muhamad, menjadi benci terhadap wanita dan pada akhirnya wanita Islam kehilangan hak dan kehormatan mereka.


10) Wanita kehilangan hak hukum/legal rights
Defisiensi wanita dalam hal intelektualitas juga mempengaruhi hak mereka dalam hukum.

Qur'an, 2:282
"Dan panggilallah para saksi, dua saksi kalau lelaki; atau jika keduanya bukan lelaki, maka satu lelaki dan 2 wanita, jika salah satu wanita keliru maka yang lainnya akan memperingatinya.
(And call in to witness two witnesses, men; or if the two be not men, then one man and two women, such witness as you approve of, that if one woman errs the other will remind her)."

Dengan kata lain, bukan hanya seorang wanita tidak bisa memberikan kesaksian, namun kalau tidak ada kehadiran saksi lelaki, maka kesaksian wanita itu tidak ada artinya. Jadi kalau seorang wanita diperkosa dan ia tidak dapat membawa saksi lelaki ia TIDAK dapat memberikan kesaksian melawan sang pemerkosa. Namun, kesaksiannya itu malah dianggap sebagai pengakuan seks tidak senonoh dan bisa digunakan untuk menghukum balik SANG WANITA! Apalagi jika sang korban perkosaan menjadi hamil, bukti hasil perkosaan, ia dapat dituduh dan dihukum rajam sampai mati.

Jury mudah2an masih mengingat kasus AMINA LAWAL yang oleh pengadilan syariah Nigeria dikenakan hukuman rajam pada saat bayinya tidak lagi perlu susu ibu.

11) Hak Waris Wanita lebih kecil
Muslim apologists mengatakan bahwa sebelum Islam, wanita tidak memiliki hak sama sekali dan tidak menerima waris. Ini jelas tidak terbukti. KHADIJA MENERIMA KEKAYAANNYA LEWAT WARIS. Ketika Muhamad memutuskan bahwa hak waris wanita setengah dari hak waris saudara lelaki mereka, wanita tidak menerima ini dengan tangan terbuka.

4.11 - “Allah memberikan hak (waris) kepada anak2mu : kepada lelaki, jumlah bagian yang sama dengan 2 perempuan”.

Malah salah satu isterinya mengeluh bahwa peraturan ini tidak adil bagi wanita.
Umma Salmah mengatakan: "Wahai Rasulullah ! Lelaki dapat melakukan Jihad, mengumpulkan hasil perang, sementara kami tidak dan menerima setengah dari warisan." (i.e. saudara lelaki menerima dua kali jumlah yang diterima saudara perempuan). Setelah itu surah "Dan kau tidak boleh iri .... 4.32." diturunkan.” [23]

4.32 - “And in no wise covet those things in which Allah Hath bestowed His gifts More freely on some of you than on others: To men is allotted what they earn, and to women what they earn.”

Ini menunjukkan bahwa wanita sebelum Islam memiliki hak waris lebh banyak dari yang diberikan dalam masa Islam.

12) Pendapat Muhamad tentang Wanita
Terdakwa begitu rendah pandangannya terhadap wanita sampai ia membandingkan mereka dengan ladang perkebunan dan lelaki dapat memasukinya dari manapaun (ana she�tom).

2.223 - “Isteri2 mu adalah ladang pertanian bagimu: jadi dekatilah ladangmu ini kapan dan bagaimanapun kau inginkan..” (sering terjemahan dihaluskan/disanitasi.)

Memang tidak pantas untuk lebih deskriptif, namun jelas bahwa kata "ana she'tom" berarti lobang perempuan manapun yang bagi lelaki diijinkan untuk dimasuki! Ini tidak lain menganggap wanita tidak lebih dari sekedar alat permainan yang diciptakan untuk kepuasan lelaki.

"'Umar pernah berbicara ketika isterinya memotong kalimatnya, jadi ia mengatakan kepadanya: 'Kamu adalah mainan ("a toy"), jika kau diperlukan kami akan memanggilmu.'"[24]

Pemikir Islam ternama, Ghazali, mengatakan :
"Berada diantara wanita, memandangi mereka dan bermain dengan mereka, jiwa kembali segar, hati beristirahat dan ibadah kepada Allah diperkuat ... itulah mengapa Allah mengatakan : 'Agar ia (lelaki) bisa beristirahat didalamnya (perempuan)/That he may rest in her.' (Q. 7:189)" [25]

Surah yang dimaksudkan Ghazali adalah:

Q 7.189 - “IA-lah yang menciptakanmu dari satu orang, dan menjadikan pasangannya dari alam agar kau dapat beristirahat didalamnya. / It is He Who created you from a single person, and made his mate of like nature, in order that he might dwell with her (rest in her).”

Jelas bahwa Muhamad tidak memiliki hormat bagi wanita.
Rasulullah mengatakan, "Setelah saya, tidak ada yang mengakibatkan penderitaan yang lebih besar terhadap kaum lelaki ketimbang perempuan." ("After me I have not left any affliction more harmful to men than women") [26]

Terdakwa juga membandingkan wanita dengan tulang rusuk bengkok.
Wanita seperti tulang rusuk. Kalau kaumencoba meluruskannya, kau akan mematahkannya. Jika kau mendiamkannya kau akan mendapatkan manfaat dan kebengkokannya akan tetap berada didalamnya. [27]

Hadis ini diklasifikasikan sebagai "disetuju bersama" karena dilaporkan oleh kolektor hadis lainnya.
Dalam hadis lain ia mengatakan :
”Wanita datang dan pergi dalam bentuk setan, jadi jika kau melihat wantia, kau harus segera kembali ke isterimu, sehingga dapat mengusir perasaan yangn ada didalammu”. [28]

11) Wanita dalam posisi tinggi
Sebelum Islam, dalam negara2 non-Arab, seperti di Persia dan Byzantine, wanita memiliki lebih banyak hak dari negara2 Arab. Malah, di Iran perempuan bisa menjadi Ratu dan pemimpin negara. Apa komentar Muhamad mengenai hal ini?

Ketika Nabi mendengar berita bahwa rakyat Persia membuat puteri Khosrau Ratu (pemimpin) mereka, ia mengatakan, "Tidak pernah sebuah bangsa akan sukses jika menjadikan wanita sebagai pemimpin." [29]

Pernah saya ditanya mengapa negara2 Islam seperti Bangladesh dan Pakistan memiliki perdana menteri wanita? Jawabannya adalah bahwa banyak muslim tidak tahu agama mereka dan secara tidak sadar mengikuti adat Jahiliyah pra-Islam. Jaheliah berarti kebodohan dan Muslimin sering melakukan hal2 yang tidak menurut Islam. Tetapi Taliban, di lain pihak mengerti betul Islam. Semakin Islam sebuah negara, semakin sempurna syariah yang diberlakukan, semakin berkurang hak wanita.

12) Penguburan hidup2 bayi perempuan.
Sering Muslimin memberi bukti bahwa Muhamad membebaskan wanita dengan perintah Quran yang melarang penguburan hidup2 bayi perempuan. Mereka ingin agar kau percaya bahwa ini praktek umum bangsa Arab yang hanya dihentikan setelah Islam. Namun dongeng ini bisa dibantah dengan mudah. Jika praktek ini begitu umum, bagaimana kaum Arab memiliki begitu banyak isteri dan bagaimana bangsa Arab bisa melanjutkan keturunan?

Penguburan bayi perempuan hidup2 sekarang bahkan masih dipraktekkan di China dan India. Ini dilakukan oleh golongan yang paling rendah pendidikannya dan paling miskin. Praktek ini namun demikian dianggap melanggar hukum dan para pelakunya, jika ketahuan, akan dihukum. Tidak ada alasan bahwa hal ini berbeda di negara2 Arab. Sudah jelas orang Arab tidak menyukai tindakan ini karena melanggar kemanusiaan. Ketika Muhamad melarangnya, ia sekedar mengungkapkan perasaan mayoritas. Seperti pemimpin jaman sekarang yang melarang orang minum alkohol [mabuk] sambil mengendarai mobil. Namun apakah keputusan macam ini dianggap sebagai sesuatu yang lain daripada lain?

Seperti saudara Jury bisa menyimak, wanita di masa Islam kehilangan segala hak, termasuk hak untuk bepergian sendirian. [30]

13) Allah memiliki puteri? Alangkah merendahkan bagi Allah!
Pandangan Muhamad terhadap wanita begitu rendah sampai ia merasa tidak pantas bagi Allah untuk memiliki puteri jika lelaki biasa saja bisa membanggakan putera2nya.

Dalam Surah 53.19-22, setelah membantah pernytaan bahwa Allah memiliki puteri2 seperti dulunya anggapan suku Quraysh, ia mengatakan : “APA! Bagi anda anak lelaki, dan bagi IA, perempuan? Lihatlah, hal itu merupakan pembagian yang AMAT TIDAK ADIL (a division most unfair) !”

Seandainya Allah hanya memiliki puteri dan bukan putera: mengapa memangnya keadaan ini dianggap begitu tidak adil? Apakah Allah malu tidak memiliki putera? IRONISNYA MALAH MUHAMAD YANG KETIBAN NASIB INI: semua puteranya mati ketika masih bayi dan ia hanya ditinggali anak2 perempuan. BETAPA MALUNYA IA ! Seseorang dengan ego kolosal tersebut HANYA memiliki anak perempuan, yang ia anggap "sangat UNFAIR".

Kenyataan bahwa kaum Arab memiliki dewi2 adalah bukti bahwa mereka cukup menghormati perempuan sampai memberikan mereka status dewi. Menurut Muhamad, semua anggota Rumah Allah, termasuk malaikat adalah lelaki. Satu2nya kaum wanita yang ada di surga adalah para "houris", prostitut surgawi yagn diciptakan khusus bagi kenikmatan lelaki/martir muslim. Malahan, tidak banyak wanita yang diijinkan masuk Surga. Seperti dikatakan Muhamad sendiri, kebanyakan dari mereka akan berakhir di NERAKA!

14) Komentar Terdakwa lainnya yang merendahkan Wanita.
Dalam sebuah hadis Muhamad menyamakan wanita dengan anjing dan keledai:
”Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” [31]
Dalam hadis lainnya ia mengartikan mimpinya tentang seorang wanita hitam sebagai “epidemi”. [32]
Ia juga mengatakan bahwa wanita mengakibatkan penderitaan yang paling besar kepada lelaki: "Setelah saya, tidak ada yang mengakibatkan penderitaan yang lebih besar terhadap lelaki ketimbang wanita. " [33]

15) Isteri yang baik
Satu2nya kewajiban suami adalah untuk memilihara isteri. Ia harus menyediakan makanan, rumah dan pakaian. Namun kebutuhan emosional, psikologis maupun sexual ia tidak perlu ambil pusing. Menurut Islam, kebutuhan ini tidak ada karena perempuan bukanlah manusia.
Muhamad bukan saja memiliki segudang perempuan dalam haremnya ketika berusia lanjut dan mungkin juga impoten, ia malah melarang isteri2nya yang muda itu untuk menikah kembali setelah ia mati. Terdakwa begitu posesif sampai tidak sudi isterinya disentuh lelaki lain, bahkan setelah kematiannya.

Ia mensahkan poligami dan mengijinkan lelaki menikahi 4 isteri (Q.4:3) dan budak2 perempuan sesukanya. Bahkan ada yang percaya bahwa surah ini tidak membatasi jumlah isteri namun surah, namun bahwa seorang lelaki bisa menikahi sejumlah isteri, 2, tiga, dst. [34]

Oleh karena itu lelaki boleh memiliki nafsu seksual terhadap wanita lain bahkan setelah menikahpun namun:
”Wanita saleh, adalah wanita yang jika suaminya memintanya, ia menurut; jika suaminya memandanginya, isteri menyenangkannya; jika suami bersumpah; isteri memenuhinya, dan jika suami absen, isteri akan menjaga diri dan harta bendanya."[35]

Bukankah ini cara menggambarkan anjing setia? Nah, apa lagi yang harus dimiliki seorang perempuan saleh?
"Wanita paling baik adalah mereka yang memiliki wajah paling cantik DAN EMAS KAWIN PALING RENDAH."[36]

Satu lagi kualitas isteri baik :
"Isteri yang baik adalah yang membantu suami memikirkan dunia akhirat. Ia melakukannya dengan melakukan kewajibannya di rumahnya(membebaskan suami dari urusan rumah tangga), dan dengan memuaskan suaminya secara seksual sehingga melindunginya dari godaan seksual." [37]

Jika seorang nabi begitu membenci wantia, begitu merendahkan kepercayaan mereka, begitu menghina intelektualitas mereka, merampas hak2 mereka, apa yang dapat kita harapkan dari pengikutnya?
Wanita muslim tidak pernah akan emansipasi, selama mereka menganggap Muhamad sebagai pemimpin spiritual mereka.

Jika muslimin tidak percaya saya, percayalah nabi mereka yang mengatakan: Rasulullah mengatakan, "banyak dari antara lelaki mencapai kesempurnaan namun tidak ada diantara para wanita kecuali Asia, isteri Faraoh, dan Maria, puteri 'Imran.” [38]

KESIMPULAN:

Jaksa merasa memberikan bukti berlimpah akan kejahatan Terdakwa untuk menyatakannya bersalah dalam hal misogyny, pelecehan hak wanita dan merendahkan setengah jumlah umat manusia. [39]
Karena kejahatannya ini (misogyny), wanita Muslim dilecehkan hak mereka dan tidak dapat mengembang-kan potensi penuh mereka. Sebaliknya mereka menjadi obyek hinaan, diskriminasi, perkosaan, honor killing dan macam2 pelecehan fisik, emosional dan sexual tanpa diberi hak untuk membela diri ataupun menuntut hak mereka. Hasilnya, seluruh dunia Muslim tertinggal dari penduduk dunia lain karena setengah jumlah penduduknya sendiri dihalangi dari emansipasi.

Wanita dihalangi dari pendidikan karena dianggap tidak perlu. Perempuan tidak berpendidikan ini menjadi terbelakang dan tidak memiliki percaya diri. Wanita2 macam inilah kemudian membesarkan anak2 lelaki dan mencerminkan kekurangan mereka terhadap anak2 mereka. Putera2 mereka ini mewarisi harga-diri rendah (low self-esteem) ibu mereka dan "membangun" dunia Islam secara tidak memadai, tanpa kemampuan untuk mengatasi kekurangan2 didalam diri mereka: rasa takut, rasa terhina dan kebanggaan yang terluka. Pada akhirnya seluruh dunia Islam terjun dalam kegelapan, kebodohan dan kediktatoran.

Dr. Mahathir, mantan PM Malaysia, pada pertemuan puncak ke-10 Organization of Islamic Conference, memberi gambaran tepat : “Kami semua Muslim. Kami semua tertekan. Kami semua dihina.”

Ini gambaran tepat tentang perasaan Muslimin pada umumnya. Dan perasaan inferioritas ini bukan karena kekuatan Zionis yang memiliki pengaruh atas Muslimin melalui alat pencet tombol jauh (remote control), kata Dr. Mahathir, namun akibat pelecehan hak wanita di semua negara2 Islam.

Ternyata ada juga orang dengan rasa kurang percaya diri yang sanggup mencapai puncak kekuasaan seperti Sadam Husein, Osama Bin Laden atau Hasan Sabbah. Namun merekapun memiliki inferiority-complex yang merusak jiwa mereka dan akibatnya mereka bertindak secara diktatorial, terlepas dari tinggi rendahnya status mereka dalam masyarakat. Lelaki muslim macam ini haus akan kuasa, perlu menunjukkan dirinya dan perlu membuktikan kepada dunia bahwa ia seseorang yang patut diperhitungkan. Ia haus akan pengakuan dan takut diacuhkan. Ia merasa diacuhkan, dihina, dikecilkan dan oleh karena itu mencari pelampiasan dendam. Ini juga disuarakan Dr. Mahathir yang menyerukan kepada Muslimin agar mendapatkan “guns and rockets, bombs and warplanes, tanks and warships” untuk merampas kembali hak mereka dari “detractors and enemies” mereka.

Mahathir memang betul! Lelaki Muslim tertekan dan terhina. Namun faktanya adalah, penghinaan mereka tidak ada hubungannya dengan Yahudi. Ini karena cara mereka dibesarkan oleh ibu mereka dan cara Islam memperlakukan wanita. Wanita yang tidak memiliki self-esteem (rendah harga dirinya) tidak dapat membesarkan putera2 dengan harga diri tinggi. Hasilnya adalah lelaki dengan ego terluka, yang mencari kekuasaan dan pengakuan untuk mengatasi inferiority complex mereka itu.

Tidaklah aneh bahwa ibu Osama bin Laden adalah isteri yang paling tidak disukai ayahnya yang memiliki lebih dari 10 isteri? Osama dibesarkan oleh seorang ibu yang rendah harga dirinya dan ia mewarisi sifat inferior sang ibu. Kini Osama berperang melawan dirinya sendiri itu dengan menjadi pahlawan muslimin yang mendukung tindakan terornya.

Lelaki dengan harga diri rendah sangat berbahaya. Lee Harvey Oswald membunuh J.F. Kennedy tanpa alasan lain selain membuktikan diri sendiri, untuk menunjukkan bahwa ia penting dan sanggup melakukan hal besar. Semua lelaki terhina ini ingin membuktikan diri, bahkan sebagai pembunuh atau teroris. Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan masal 9/11 dsb guna menjadi martyr, menderita karena diri yang direndahkan. Ide untuk menjadi pahlawan, pemaparan foto mereka diseluruh dunia adalah sangat menarik bagi lelaki yang merasa hidup mereka tidak berguna.

Nabi gadungan dari tanah Arab ini tidak pernah dapat membayangkan bahwa obsesinya mengontrol isteri2nya satu hari dapat membawa dunia kepada kehancuran.

Oleh karena itu Jaksa menuntut pengutukan total terhadap MUHAMAD BIN ABDULLAH karena merampas hak wanita, merendahkan mereka pada derajat binatang piaraan dan oleh karena itu melahirkan bangsa sakit yang terdiri dari lelaki yang luka secara emosional dengan ego luar biasa, tanpa kemampuan berfungsi dalam dunia yang menuntut persamaan hak. Mereka tidak sanggup menjadi bahagia, positif dan puas. Mereka gagal dalam hubungan mereka dengan isteri dan anak mereka kecuali sifatnya patriarchal. Mereka gagal dalam masyarakat kecuali masy itu diktatorial.



Mereka mengulangi lingkaran pelecehan, penghinaan dan kediktatoran AD INFINITUM (tanpa akhir). Lelaki tidak berarti yang luka jiwanya karena keperluan emosi mereka tidak dipenuhi oleh ibu2 mereka yang sama2 bodoh, picik dan kurang puas secara emosional, mengenakan topeng pengingkaran/denial dan grandiositas, menyembunyikan diri dibelakang ego mereka yang cepat tersinggung. Mereka merupakan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan seluruh dunia.

Dari semua kejahatan yang dilakukan Terdakwa ; pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan pedophilia, perbudakan dan genocide, ini yang paling parah. Misogyny paling menghancurkan bagi muslimin. Walaupun target misogyny adalah wanita, kerusakan yang diakibatkan dirasakan oleh setiap pengikut Muhammad. Sebuah masyarakat sakit dikembangkan oleh lelaki yang memiliki mental korban namun sombong dan egosentris, menyukai kekerasan, penyebar kebencian dan perang.

Saya menyerukan Jury (anda sekalian para pembaca) agar mengutuk Terdakwa dengan suara bulat dan menyatakannya bersalah atas misogyny. Ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan!



References:

[1] http://anwary-islam.com/battle/ghazwah_uhud.htm

[2] Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648:

[3] Bukhari, v1, bk 8, sunnah 395.

[4] Quran, 33:30

[5] Quran, 33:32

[6] Qurna, 4:34

[7] Quran 2:228

[8] Bukhari Volume 2, Book 18, Number 161

[9] Quran.4:34

[10] Razi, At-tafsir al-Kabir, on Q. 4:34.

[11] Muslim Book 11, Number 2135)

[12] Bukhari Volume 1, Book 6, Number 301

[13] Quran: 30.21

[15] (Quoted in Soroush, Abdolkarim, _Farbehtar az ideoloji_, Sera^t, Tehran, 1373 A.H.S.). [A.H.S. = After the Hegira, in Solar years].

[14] Bukhari Volume 4, Book 54, Number 460.

[16] Sahih Muslim Book 008, Number 3367:

[17] Bukhari Volume 7, Book 62, Number 122

[18] Mishkat al-Masabih, English translation, Book I, Section 'Duties of husband and wife', Hadith No. 61.

[19] Kanz-el-'Ummal, Vol. 22, Hadith No. 858. See also Ihy'a

[20] The World Book Dictionary
'Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 65.

[21] Ihy'a 'Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 65. Reported by Tirmizi as a true and good Ahadith.

[22] Ihy'a 'Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 65. Reported by Tirmizi as a true and good Ahadith.

[23] (Ibn Katheer vl.1, pg.498)

[24] Al-Musanaf by Abu Bakr Ahmad Ibn 'Abd Allah Ibn Mousa Al-Kanadi who lived 557H., Vol. 1 Part 2, p. 263. See also Ihy'a 'Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al- Kotob al-'Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 52.

[25] Ihy'a 'Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 34.

[26] Bukhari Volume 7, Book 62, Number 33

[27] Sahih Muslim Book 008, Number 3466

[28] Book 008, Number 3240

[29] Volume 9, Book 88, Number 219

[30] (Sahih Bukhari 2.194)

[31] Muslim Book 004, Number 1032

[32] Bukhari Volume 9, Book 87, Number 163

6 comments:

rachmad said...

Wahai Kafir kurang ajar pemilik blog, kalo komentar ku yang ini anda post kan, saya ingin berdialog secara dewasa dan intelek tentang semua permasalah yang anda kemukakan ...
Tuk kali ini, saya ingin menyatakan bahwasanya syarat-syarat seorang wanita boleh nikah/kawin adalah sudah akil baligh (dewasa/memperoleh menstruasi).. dan sepengatahuan anda, apakah aisyah sudah memenuhi syarat itu atau belum? kalau tidak tahu, coba ambil ukuran masa menstruasi ibu kamu yang mengandung kamu, pada usia berapa perempuan sial yang melahirkan kamu itu mendapatkan menstruasi?

Tuk sementara ini saja dari saya

Rachmad Kurniady

Dokter said...

INI BLOGNYA ORANG "TAK WARAS" !!!. SIAPA PUN PEMILIK BLOG INI SUDAH DIPASTIKAN TIDAK MENGENAL TUHAN, DAN SEDANG MENGALAMI GANGGUAN MENTAL. BAGI PEMBACA YANG KEBETULAN BERKUNJUNG KE BLOG INI, JANGAN TERPANCING DENGAN APA PUN YANG DISAMPAIKAN. ANGGAP BIASA SAJA, KARENA PEMILIK DAN PENGELOLA BLOG INI SEDANG DALAM PERAWATAN KEJIWAAN.

dr. gunawan, Sp.KJ

Dokter said...

INI BLOGNYA ORANG "TAK WARAS" !!!. SIAPA PUN PEMILIK BLOG INI SUDAH DIPASTIKAN TIDAK MENGENAL TUHAN, DAN SEDANG MENGALAMI GANGGUAN MENTAL. BAGI PEMBACA YANG KEBETULAN BERKUNJUNG KE BLOG INI, JANGAN TERPANCING DENGAN APA PUN YANG DISAMPAIKAN. ANGGAP BIASA SAJA, KARENA PEMILIK DAN PENGELOLA BLOG INI SEDANG DALAM PERAWATAN KEJIWAAN.

dr. gunawan, Sp.KJ

Dokter said...

INI BLOGNYA ORANG "TAK WARAS" !!!. SIAPA PUN PEMILIK BLOG INI SUDAH DIPASTIKAN TIDAK MENGENAL TUHAN, DAN SEDANG MENGALAMI GANGGUAN MENTAL. BAGI PEMBACA YANG KEBETULAN BERKUNJUNG KE BLOG INI, JANGAN TERPANCING DENGAN APA PUN YANG DISAMPAIKAN. ANGGAP BIASA SAJA, KARENA PEMILIK DAN PENGELOLA BLOG INI SEDANG DALAM PERAWATAN KEJIWAAN.

dr. gunawan, Sp.KJ

pecundang said...

tolol

hendrawan r said...

JADI AKU HARUS BER AGAMA APA NJING ?