Monday, August 6, 2007

ISLAM MEMALUKAN BANGSA INDONESIA!!!!


Azyumardi Azra (dia ini islam yg jujur cuman dia masih takut!!)

Insiden ancaman yang kerap berujung kekerasan tampaknya masih berlanjut di negara ini. Kasus terakhir, 20 Juli, saat sekitar 2.000 orang datang ke Lembah Karmel, Puncak, memprotes pelaksanaan Konferensi Tritunggal Mahakudus yang diikuti sejumlah umat Katolik pada 24-29 Juli.
Mereka dihadang polisi di gerbang lokasi. Massa menuntut bukti izin kegiatan dari polisi; jika tidak, mereka akan membubarkan paksa konferensi itu.
Kejadian semacam ini sama sekali tidak baru; khususnya sejak masa pasca-Soeharto. Dari waktu ke waktu, kita menyaksikan berbagai bentuk ancaman dan kekerasan atas nama agama. Pada satu segi, ini terjadi di antara kelompok massa Islam— seperti contoh di atas—terhadap penganut agama lain, khususnya Kristen dan Katolik dan agama-agama lain.
Pada sisi lain orang juga bisa menyaksikan kekerasan di antara para pengikut agama yang sama; ada beberapa kelompok Islam, yang atas nama Islam, mengancam atau bahkan melakukan kekerasan terhadap penganut Islam lainnya. Dan secara tipikal, pelaku ancaman dan kekerasan menganggap kelompok Islam lainnya sudah sesat, menyimpang; seolah kebenaran Islam menjadi monopoli mereka sendiri, atau seolah mereka mengambil alih peran Tuhan untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah.
Mengapa terus terjadi?
Mengapa tindakan-tindakan seperti itu terus terjadi? Jawabannya amat rumit. Namun, jika bisa disederhanakan dalam perspektif hubungan antaragama adalah, pertama, masih kuatnya rasa saling curiga di antara umat agama berbeda. Masih kuat, misalnya, kecurigaan di kalangan umat Islam, bahwa lembaga, kepemimpinan, dan organisasi Kristiani terus melakukan "kristenisasi" dengan berbagai cara yang mungkin. Sebaliknya, umat Kristiani mencurigai umat Islam terus berusaha menciptakan negara Islam di Indonesia. Kecurigaan yang kuat di kalangan umat Kristiani tentang hal ini bukan tidak mungkin membuat mereka nervous dan defensif dengan psikologi minoritas tertentu.
Kedua, belum terejawantahnya dialog-dialog yang workable antara kepemimpinan agama level tengah dan bawah. Memang dialog-dialog intra dan antaragama kelihatan terus berlangsung, tetapi— harus diakui—umumnya baru sampai pada level kepemimpinan puncak, di tingkat nasional maupun daerah. Jarang sekali terjadi dialog-dialog intra dan antaragama pada level tengah dan bawah kepemimpinan agama, yang justru bergerak dan amat berpengaruh terhadap masyarakat tingkat akar rumput. Padahal kepemimpinan agama pada level inilah yang bisa menghitamputihkan massa, yang bisa membuat massa murka, atau, sebaliknya, menjadikan mereka lebih tenang dan beradab.
Dalam konteks ini, hemat saya perlu pengembangan dialog-dialog intra dan antar agama, tidak hanya pada level puncak, tetapi juga pada level tengah dan bawah kepemimpinan agama. Memang beberapa daerah provinsi dan kabupaten/kota telah membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tetapi dialog-dialog yang diselenggarakan FKUB belum tersosialisasikan ke tingkat bawah untuk kemudian bisa menciptakan hubungan intra dan antarumat beragama yang lebih sehat, harmonis, dan dinamis.
Pada segi lain, tetap maraknya ancaman dan tindakan kekerasan atas nama agama juga karena tidak efektifnya kekuasaan negara, yang biasanya diwakili polisi di lapangan. Dalam banyak kasus, polisi ada di lapangan, tetapi mereka tidak mampu mencegah terjadinya kekerasan, seperti dalam kasus penyerbuan massa anti-Ahmadiyah ke markas Ahmadiyah di Parung atau lokasi Ahmadiyah lainnya. Bahkan, hanya satu-dua kasus, yang pelaku ancaman dan tindak kekerasan atas nama agama diajukan ke pengadilan dan mendapat hukuman tidak setimpal dengan tindakan mengacau kehidupan umat beragama dan kehidupan publik umumnya.
Negara gagal
Negara seolah tidak memiliki kemauan politik (political will) dan kapasitas untuk bertindakan tegas guna melindungi setiap dan seluruh warga negaranya dari ancaman dan tindakan kekerasan dari individu atau kelompok warga lainnya.
Jika keadaan ini terus berlanjut, bukan hanya kekerasan yang dapat kian merebak di antara umat beragama, bahkan negara sendiri dapat menjadi sebuah "negara gagal" (failed states). Jika Indonesia menjadi "negara gagal", bisa dibayangkan implikasi dan konsekuensi selanjutnya; integrasi negara sulit dipertahankan sehingga seolah menunggu waktu bagi terjadinya apa yang sering disebut sebagai "Balkanisasi".
Oleh karena itu, dalam konteks hubungan intra dan antarumat beragama, perlu pemulihan kembali kemauan politik dan kapasitas bertindak aparat negara.
Jika saya menyarankan perlunya sebuah strong state yang memiliki kemauan politik dan kapasitas untuk melindungi setiap dan seluruh warganya, tidak berarti saya menyetujui kembalinya negara otoriter dan diktatorial di Indonesia Sebaliknya yang saya sarankan adalah negara demokrasi yang kuat karena sesungguhnya demokrasi tidak bisa tegak jika negara memble, tidak berdaya apa-apa melindungi warganya, tidak mampu menegakkan demokrasi. Jelas, hanya dengan kepatuhan pada tata hukum, ketertiban, dan keadaban publik, demokrasi bisa tegak secara lebih otentik.
Tak kurang pentingnya, representasi negara yang diwakili para pejabat dalam berbagai level harus pula senantiasa memperlihatkan komitmennya pada penegakan hukum. Hal ini karena bukan tidak jarang pejabat yang memikul tanggung jawab dalam kehidupan keagamaan, seperti Departemen Agama, tidak memberi garis yang tegas tentang ketidakbolehan melakukan ancaman atau kekerasan terhadap penganut atau kelompok keagamaan tertentu. Sebaliknya, bukan tidak jarang pejabat-pejabat ini mengeluarkan pernyataan dan kebijakan yang justru seolah menjadi justifikasi bagi tindakan-tindakan melanggar hukum itu.
Sudah saatnya berbagai pihak melakukan berbagai upaya lebih komprehensif dan terarah untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang toleran dan damai di bumi Indonesia. Jika tidak, berarti kita menyimpan bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu, bukan hanya menghancurkan umat beragama, tetapi juga Indonesia tercinta.
Azyumardi Azra Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Prev: Mencari Kebenaran versus PengacaraNext: LOOSING THE NEW SMART INDONESIAN GENERATION!!!!MIGRATING OVERSEAS.!!!!!
reply share
Comments:Chronological Reverse Threaded

reply
islamkelindas wrote on Aug 1, edited on Aug 2
INI SOLUSI NYA BAIK MAS. POLISI HRS BERSIH TDK KORUPSI.DAN NEGARA KUAT HUKUM NYA.RAKYAT NYA SEHAT DAN MAKMUR. JADI APABILA INI TDK TERPENUHI AKAN MASUK LAH ROH IBLIS KE TUBUH MANUSIA YG DI BAWA OLEH SUMBER PENGHANTAR MANUSIA SEPAROH INDO SEPAROH ARAB?PALESTINA.INI PERANAKAN NAMAYA.SEPERTI DI AUSTRALIA ISLAM TDK BISA BERKOAR KOAR DAN DI SINGAPORE ATAU DI ENGLAND APABILA TERJADI BORKOAR KOAR AKAN TERSEDAP ALAT PEREKAM DAN BISA DI TUNTUT DI MUKA HUKUM NEGARA YG KUAT.DAN APABILA ADA UNSUR KE SUKUAN DAN AGAMA BERCAMPUR politik AKAN DI SANGSIKAN DI DEPORTASIKAN KE NEGARA SEMULA WHERE EVER HE MAY CAME FROM. SO HE PSISI POSITIVE NYA DIA AKAN MEMBANDINGKAN NEGARA ASLI YG BOBROK DAN AGAMA ATAU MAU HIDUP DI NEGARA YG AMAN DAN TENTERAM POLITIK DAN EKONOMI NYA. CONCLUSI NYA DIA AKAN MEMILIH .DIANTARA MANA DIA YG PILIH TERBAIK,APABILA DIA MEMILIH ALLAHUAKBAR JIHAD DIA MASUK KE PENJARA DAN KELUARGA DI DEPORTASI..HE GOT TWO CHOICE.DEAD OR ALIVE. THANK U FOR BRINGING THIS ISSUES.HTTP://ISLAMKELINDASMULTIPLY.COM/AKU PINJAM ARTIKEL MU UTK DI PAKAI DI SEBARLUASKAN BUAT JAWA KONTOL GOBLOK YG JADI ISLAM TUKANG KROYOK DI NUSANTARA !!!

reply
shierleysanjoyo wrote on Aug 2
Idiiih... ngomongnya kotor banget sih, bang... cuci mulut dulu gih pake deterjen....

reply
kebyar wrote on Aug 2
Capeeee Deeeeeeh.......... dg si Katrok ----------------> islamkelindas

reply
andips wrote on Aug 2
Sayang ya, melihatnya gak penuh. Hanya parsial...

reply
benwal wrote on Aug 2
padahal kekerasan yg mengatasnamakan agama selain Islam juga banyak terjadi, bahkan sampai mengancam keutuhan NKRI segala, tapi kenapa tidak pernah ada yang mempermasalahkan ya?

reply
hwasien wrote on Aug 2
HAIYA...SABALAH MUSUH OLANG2 BEGO MULIM. EMANG GA SEMUA BULUK, ADA MULIM BAEK.NU, GUS DUL OLANG2 MULIM BAEK JANGAN DIMUSUHI...YANG BAEK YANG CINTA INDONESIA, YANG BULUK YANG TELOLIS YANG SUKA BOM-BOM ITU HA...NTAL KALO MULIM DIBILANG HELEK, GAWAT HA, BISNIS ENGKONGBISA2 MELEKA MALAH, BAKAL OWE IDUP-IDUP, GUYUL OWE PAKE BENSIN MATI HA...ELO OLANG, ISLAMKELINDES, OWE BILANG JANGAN PLOVOKATIP HA...KITA OLANG SIPIT BISA KENA SASALAN...OLANG2 MULIM

reply
hwasien wrote on Aug 2
islamkelindas saidINI SOLUSI NYA BAIK MAS. POLISI HRS BERSIH TDK KORUPSI.DAN NEGARA KUAT HUKUM NYA.RAKYAT NYA SEHAT DAN MAKMUR. JADI APABILA INI TDK TERPENUHI AKAN MASUK LAH ROH IBLIS KE TUBUH MANUSIA YG DI BAWA OLEH SUMBER PENGHANTAR MANUSIA SEPAROH INDO SEPAROH ARAB?PALESTINA.INI PERANAKAN NAMAYA.SEPERTI DI AUSTRALIA ISLAM TDK BISA BERKOAR KOAR DAN DI SINGAPORE ATAU DI ENGLAND APABILA TERJADI BORKOAR KOAR AKAN TERSEDAP ALAT PEREKAM DAN BISA DI TUNTUT DI MUKA HUKUM NEGARA YG KUAT.DAN APABILA ADA UNSUR KE SUKUAN DAN AGAMA BERCAMPUR politik AKAN DI SANGSIKAN DI DEPORTASIKAN KE NEGARA SEMULA WHERE EVER HE MAY CAME FROM. SO HE PSISI POSITIVE NYA DIA AKAN MEMBANDINGKAN NEGARA ASLI YG BOBROK DAN AGAMA ATAU MAU HIDUP DI NEGARA YG AMAN DAN TENTERAM POLITIK DAN EKONOMI NYA. CONCLUSI NYA DIA AKAN MEMILIH .DIANTARA MANA DIA YG PILIH TERBAIK,APABILA DIA MEMILIH ALLAHUAKBAR JIHAD DIA MASUK KE PENJARA DAN KELUARGA DI DEPORTASI..HE GOT TWO CHOICE.DEAD OR ALIVE. THANK U FOR BRINGING THIS ISSUES.HTTP://ISLAMKELINDASMULTIPLY.COM/AKU PINJAM ARTIKEL MU UTK DI PAKAI DI SEBARLUASKAN BUAT JAWA KONTOL GOBLOK YG JADI ISLAM TUKANG KROYOK DI NUSANTARA !!! HATI-HATI KALO KILIM TULISAN HA...NTAL OLANG-OLANG MULIM MALAH. BISA-BISA TOKO OWE DIBAKALATAU OWE YANG JADI SASALANCUKUP HA....OWE DAH DELITA DAN SUSAH DI INDONESSIA

reply
shierleysanjaya wrote on Aug 2
shierleysanjoyo saidIdiiih... ngomongnya kotor banget sih, bang... cuci mulut dulu gih pake deterjen.... hahaha...milip

reply
kebyar wrote on Aug 2
Haiiiyaaaa kowe makan taek laaaahhhh yaaaauuuuu

reply
ygwarasngalah wrote on Aug 3
islamkelindas saidINI SOLUSI NYA BAIK MAS. POLISI HRS BERSIH TDK KORUPSI.DAN NEGARA KUAT HUKUM NYA.RAKYAT NYA SEHAT DAN MAKMUR. JADI APABILA INI TDK TERPENUHI AKAN MASUK LAH ROH IBLIS KE TUBUH MANUSIA YG DI BAWA OLEH SUMBER PENGHANTAR MANUSIA SEPAROH INDO SEPAROH ARAB?PALESTINA.INI PERANAKAN NAMAYA.SEPERTI DI AUSTRALIA ISLAM TDK BISA BERKOAR KOAR DAN DI SINGAPORE ATAU DI ENGLAND APABILA TERJADI BORKOAR KOAR AKAN TERSEDAP ALAT PEREKAM DAN BISA DI TUNTUT DI MUKA HUKUM NEGARA YG KUAT.DAN APABILA ADA UNSUR KE SUKUAN DAN AGAMA BERCAMPUR politik AKAN DI SANGSIKAN DI DEPORTASIKAN KE NEGARA SEMULA WHERE EVER HE MAY CAME FROM. SO HE PSISI POSITIVE NYA DIA AKAN MEMBANDINGKAN NEGARA ASLI YG BOBROK DAN AGAMA ATAU MAU HIDUP DI NEGARA YG AMAN DAN TENTERAM POLITIK DAN EKONOMI NYA. CONCLUSI NYA DIA AKAN MEMILIH .DIANTARA MANA DIA YG PILIH TERBAIK,APABILA DIA MEMILIH ALLAHUAKBAR JIHAD DIA MASUK KE PENJARA DAN KELUARGA DI DEPORTASI..HE GOT TWO CHOICE.DEAD OR ALIVE.THANK U FOR BRINGING THIS ISSUES.HTTP://ISLAMKELINDASMULTIPLY.COM/AKU PINJAM ARTIKEL MU UTK DI PAKAI DI SEBARLUASKAN BUAT JAWA KONTOL GOBLOK YG JADI ISLAM TUKANG KROYOK DI NUSANTARA !!! REPLYAN INI JUSTRU YG NAMANYA "KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA" YG SEBENARNYA!DASAR KATROK!

reply
poetoegaul wrote on Aug 3
islamkelindas saidINI SOLUSI NYA BAIK MAS. POLISI HRS BERSIH TDK KORUPSI.DAN NEGARA KUAT HUKUM NYA.RAKYAT NYA SEHAT DAN MAKMUR. JADI APABILA INI TDK TERPENUHI AKAN MASUK LAH ROH IBLIS KE TUBUH MANUSIA YG DI BAWA OLEH SUMBER PENGHANTAR MANUSIA SEPAROH INDO SEPAROH ARAB?PALESTINA.INI PERANAKAN NAMAYA.SEPERTI DI AUSTRALIA ISLAM TDK BISA BERKOAR KOAR DAN DI SINGAPORE ATAU DI ENGLAND APABILA TERJADI BORKOAR KOAR AKAN TERSEDAP ALAT PEREKAM DAN BISA DI TUNTUT DI MUKA HUKUM NEGARA YG KUAT.DAN APABILA ADA UNSUR KE SUKUAN DAN AGAMA BERCAMPUR politik AKAN DI SANGSIKAN DI DEPORTASIKAN KE NEGARA SEMULA WHERE EVER HE MAY CAME FROM. SO HE PSISI POSITIVE NYA DIA AKAN MEMBANDINGKAN NEGARA ASLI YG BOBROK DAN AGAMA ATAU MAU HIDUP DI NEGARA YG AMAN DAN TENTERAM POLITIK DAN EKONOMI NYA. CONCLUSI NYA DIA AKAN MEMILIH .DIANTARA MANA DIA YG PILIH TERBAIK,APABILA DIA MEMILIH ALLAHUAKBAR JIHAD DIA MASUK KE PENJARA DAN KELUARGA DI DEPORTASI..HE GOT TWO CHOICE.DEAD OR ALIVE. THANK U FOR BRINGING THIS ISSUES.HTTP://ISLAMKELINDASMULTIPLY.COM/AKU PINJAM ARTIKEL MU UTK DI PAKAI DI SEBARLUASKAN BUAT JAWA KONTOL GOBLOK YG JADI ISLAM TUKANG KROYOK DI NUSANTARA !!! janganlah ngomong sembarangan, agama itu mengajarkan baik.hanya manusianya yang katro bukan agamanya. kita semua ini adalah bersaudara tanah air indonesia yang susah payah direbut oleh para pahlawan, sekarang malah saling bontok-bontokan

reply
hwasien wrote on Aug 3
HAIK

reply
princeevil wrote on Aug 3
Aih mate gini aja pada berisik amat ya !!!Bubar woy, gw mau molor !!!!
Reply deleted at the request of the author.

reply
shierleysanjaya wrote on Aug 4
justru keliatan mana yg biadab
Reply deleted at the request of the author.

editdeletereply
islamkelindaszaman wrote on Aug 5
satupun ngga ada yg berbobobt dasar jawa islam konyol makan tempe ahir nya otak tempe. mati lah kau islam babi. rusak negara indonesia karena islam goblok tambah rusak negar ini semakin tua umur merdeka nya. presiden islam trus suku suku jawa terus. gimana bisa membangun negar nya ? naik hjai istri 5 simpanan 8 cari perawan trus. gimana mau maju jawa islam .

reply
kebyar wrote on Aug 6
islamkelindaszaman saidsatupun ngga ada yg berbobobt dasar jawa islam konyol makan tempe ahir nya otak tempe. mati lah kau islam babi. rusak negara indonesia karena islam goblok tambah rusak negar ini semakin tua umur merdeka nya. presiden islam trus suku suku jawa terus. gimana bisa membangun negar nya ? naik hjai istri 5 simpanan 8 cari perawan trus. gimana mau maju jawa islam . Makanya jangan mabook mulu, jadi omongan elo tuh ga ngacooo gitu....Mabook minum tuak aja loe belagu, minum tuak di lapo juga ngutang sok berkoar2 pulak.Mabok kerenan dikit ngapa... tuak elo minum sama aja elo minum kencing anjing..... dasat bodat, otak udang, ga tau maluuuuuuu!!

No comments: